Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-04-2010
  • 399 Kali

Pencairan Transportasi Raskin Setiap Penebusan Di Dolog

News Room, Selasa ( 06/04 ) Banyaknya persoalan distribusi beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Kabupaten Sumenep, utamanya ketika pada tingkat titik distribusi ke penerima manfaat, Pemerintah Kabupaten Sumenep, berupaya untuk merubah pola pencairan transportasi Raskin yang dialokasikan melalui dana APBD Kabupaten Sumenep 2010, untuk diberikan bersamaan distribusi Raskin dari Dolog. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si kepada sejumlah wartawan usai melakukan hearing bersama Komis A DPRD Sumenep dan DPKA Sumenep, Selasa (06/04) mengungkapkan, upaya tersebut dilakukan untuk mengantisiasi permasalahan distribusi Raskin yang banyak dikeluhkan masyarakat dan pelaksana dibawah. “Kita akan segera melakukan sosialisasi ketingkat Kecamatan dan Desa, agar distribusi Raskin nantinya sesuai yang diharapkan, dan segera dapat dinkmati masyarakat pemanfaat tept waktu dan tepat harga,”ujarnya. Bahkan untuk yang sudah berjalan 3 bulan sejak Januari hingga Maret ini dalam waktu dekat akan segera di cairkan. Namun, untuk bulan April 2010 ini diharapkan sudah bisa merealisasikan pelaksanaan pencairan transportasi raskin pada saat akan melakukan penebusan raskin. Yang jelas tegas mantan Camat Kota Sumenep, Batuan dan Sapeken ini motivasi awal dianggarkannya dana transportasi raskin dari titik distribusi ke titik sasaran. Sedangkan, untuk transportasi dari Dolog ke titik distribusi merupakan kewenangan Dolog. Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Dolog Perwakilan Kalianget, Moji Rahman berharap penebusan raskin nantinya akan terlaksana dengan tertib dan lancar. Sebab dengan kebijakan baru tersebut akan lebih memudahkan tim raskin Desa dan Kecamatan untuk melakukan penebusan tepat waktu. Menanggapi banyaknya keluhan terhadap keberadaan distribusi raskin yang hingga ke titik sasaran sudah berkurang dan sebagainya, Moji mengaku hal itu merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi. Karena bisa jadi karena kerusakan karung, gancu dan sebagainya. “Namun, soal distribusinya, kami menjamin tetap aman hingga ke titik distribusi. Sebab, setiap pengiriman juga melibatkan petugas yang mengawal hingga ke titik distribusi,”pungkasnya. ( Ren, Esha )