News Room, Jum’at ( 06/01 ) Pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji di 6 Kecamatan kepulauan Kabupaten Sumenep, dijadwalkan selesai pada bulan Maret 2011. Sales Representative Gas Domestik Region IV Rayon II Pertamina, Probo Prasidahayu mengatakan, pihaknya datang ke Sumenep Jumat (07/01), untuk membahas pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji yang belum selesai di 6 Kecamatan kepulauan. Pihaknya menargetkan untuk menyelesaikan pendistribusian paket perdana bagi masyarakat yang berhak menerimanya di 6 Kecamatan kepulauan paling lambat pada bulan Maret 2011. Hanya saja, pendistribuan paket perdana program konversi di 6 Kecamatan kepulauan tersebut, bergantung kondisi cuaca laut. ”Kalau cuaca baik dan sarana tranportsai laut tersedia, kami memang jadwalkan pada bulan Maret 2011 sudah selesai, tapi kalau cuaca buruk, pasti kami ada kendala tidak bisa menyelesaikan pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji pada triwulan pertama di 6 Kecamatan kepulauan,”tegasnya. Probo Prasidahayu menyatakan, pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji di 6 Kecamatan kepulauan belum selesai hingga bulan ini, akibat rekanan menemui kendala. Sebab, saat rekanan PT. Indrilco Sakti berencana mendistribusikan paket perdana tersebut di 6 Kecamatan kepulauan di Sumenep, sebagian besar masyarakat menolak konversi, sebab khawatir setelah dilaksanakan konversi tidak mendapatkan pasokan minyak tanah bersubsidi. Namun saat ini sudah tidak ada kendala lagi, mengingat pemerintah telah memberikan kebijakan untuk 6 Kecamatan di kepulauan Sumenep tetap mendapat suplai minyak tanah bersubsidi. ”Untuk pendistribusian paket perdana pada masyarakat di 6 kepulauan, baru mencapai 40 persen, dan sisanya kami targetkan selesai bulan Maret 2011,”ungkapnya. Sementara 6 Kecamatan kepulauan yang sebagian masyakatnya belum menerima paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji, yakni Masalembu, Sapeken, Kangayan, Arjasa, Raas, dan Gayam. ( Yasik, Esha )