Media Center, Jumat ( 25/08 ) Berkaitan dengan kontroversi penerapan sekolah 5 hari kerja, Dinas
Pendidikan Propinsi Jawa Timur Cabang Sumenep belum menerima keputusan
pembatalan rencana penerapan full day school dari Presiden.
Kepala
Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Cabang Sumenep, Subaidi kepada
wartawan, Jumat (25/08) mengakui, jika pihaknya belum bisa menentukan
soal penerapan 5 hari sekolah, karena belum ada kepastian.
“Apalagi di Provinsi Jawa Timur juga masih menunda program itu, karena
tidak sejalan dengan program Madrasah Diniyah,”ungkap Subaidi.
Menurutnya, penerapan full day school di Sumenep masih sulit dilakukan,
karena sekolah tidak bisa melakukan keputusan sepihak. Apalagi
penerapannya harus mendapat kesiapan dari orang tua siswa. Selain itu
sekolah harus memenuhi fasilitas penunjang kegiatan siswa selama 8 jam.
Dikatakan pula, jika saat ini ada 2 sekolah yang mengajukan penerapan
full day school, yaitu SMA Negeri 1 Sumenep, dan SMA Negeri Gapura.
Namun, karena masih menunggu persetujuan dari orang tua siswa, hal itu
belum bisa dilakukan. Dan yang jelas nantinya, apa yang menjadi
keputusan pemerintah akan diikuti dan dilaksanakan.
“Tentu kami
akan mengikuti semua keputusan dari Presiden, sebab selama ini penerapan
full day school memang masih membutuhkan kajian mendalam,”tandasnya. ( Ren, Esha )