News Room, Kamis ( 18/12 ) Adanya temuan dugaan penerimaan gaji fiktif di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, yang berlangsung sekitar 3 tahun, akhirnya dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelangi Madura. Data penerimaan gaji itu dikatakan fiktif, sesuai dengan fakta. Sebab, Abdul Wahed, salah seorang guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keramian III, Kecamatan Masalembu, sudah mengundurkan diri sejak 2006 lalu, tapi sampai sekarang, ternyata gajinya tetap dibayar. “Anehnya lagi, daftar gaji yang bersangkutan ada yang menerima. Ini kan namanya sudah terjadi 2 manipulasi data, yakni gaji fiktif dan pemalsuan tandatangan,â€Âterang Ketua LSM Pelangi Madura, Abdus Salam, kepada wartawan, Kamis (18/12). Ia menduga ada oknum di lingkungan Disdik yang menandatangani penerimaan gaji Abdul Wahed, sejak tahun 2006 hingga sekarang. “Kami punya bukti penerimaan gaji atas nama Abdul Wahed,â€Âtegasnya. Salam memaparkan, gaji Abdul Wahed pada tahun 2007, sesuai daftar penerimaan gaji yang dipegangnya sebesar Rp. 982.900,00 perbulan. “Bisa dibayangkan, berapa gaji yang sudah dibayar oleh pemerintah tapi tidak diterima oleh yang bersangkutan, kalau sudah berlangsung sejak tahun 2006,â€Âkatanya. Kepala Kejari Sumenep, Abdul Azis, SH membenarkan, kalau pihaknya telah menerima laporan dari LSM Pelangi Madura dan telah memerintahkan Seksi Intelijen dan Pidana Khusus, untuk menindak lanjutinya. “Saat ini masih dalam proses pengumpulan data dan bahan keterangan, sebagai tindak lanjut laporan ini. Kami usahakan, secepatnya laporan ini akan dituntaskan,â€Âpungkasnya. Sementara itu, Sekretaris Disdik Sumenep, Drs. H. Imamudin Tawil mengaku terkejut dengan adanya laporan itu. Karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan jajarannya di Masalembu. “Insya Allah Jum’at (19/12) besok, kami akan memanggil pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdik Kecamatan Masalembu, untuk mengecek kebenaran informasi adanya penerimaan gaji fiktif salah seorang guru SDN Keramian III,â€Âujarnya. Ia mengatakan, untuk sementara pihaknya tidak bisa memberikan keterangan yang lebih rinci, sebab belum mengetahui kebenaran data itu, sebelum bertemu muka dengan UPT Disdik Kecamatan Masalembu tersebut. ( Nita, Esha )