Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-07-2015
  • 2088 Kali

Pengangguran Dan Tantangan Kemajuan Pembangunan

News Room, Jumat ( 10/07 ) Persoalan terbesar kebangkitan ekonomi adalah banyaknya pengangguran. Untuk Kabupaten Sumenep, angka pengangguran terbuka masih bertengger di angka 30 ribuan dari jumlah total penduduk lebih dari 1 juta jiwa. Meski ada angka penurunan, namun tidak begitu signifikan.

Masalah pengangguran ini seperti yang dikatakan Suryanto, salah seorang aktivis pemuda Sumenep, salah satu penyebabnya ialah tidak semua kaum muda berani pada tantangan. Ini disebutnya sebagai efek dari tantangan. Ini disebutnya sebagai efek dari adanya budaya instan.

Orangpun juga menurutnya sudah terjebak pada paradigma lama. “Semua pada berlomba-lomba ingin menjadi pegawai pemerintah. Padahal peluang ke sana tentu sangat terbatas,”jelasnya.

Pendapat Atok, panggilan akrab Suryanto diatas memang ada benarnya. Seperti diketahui, saat ini di abad ke 21 yang lazim dikenal dengan abad pengetahuan (knowledge age), maka penyelenggaraan kehidupan berbangsa itu, tentu dihadapkan pada tantangan yang berbeda bila dibandingkan dengan beberapa puluh tahun sebelumnya.

Abad yang juga sering dikatakan sebagai era globalisasi ini, telah menghadirkan sejumlah tantangan pembangunan yang tidak ringan, akan tetapi semakin berat, dan tentu saja akan memberikan pengaruh pada setiap aspek dalam kehidupan berbangsa.

Dan sebagaimana yang banyak disebut oleh para pakar, salah satu tantangan terbesar dalam di era globalisasi, yaitu paradigma dunia yang menjejaring (networked world) atau kondisi dunia yang saling berketergantungan dalam suatu jaringan berskala global, yang saling kait mengait dan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya

Terpisah, salah seorang akademisi Sumenep, Novel, SH mengatakan, bahwa kunci kebangkitan ekonomi di Sumenep terletak di tangan putra-putrinya. Perputaran uang di Sumenep saat ini dinilainya sudah mengalami adanya peningkatan. Bangkitnya kaum muda di bidang usaha, pengemasahan area wisata yang baik, dan upaya peningkatan sumber daya alam maupun sumber daya manusia di bidang pendidikan menjadi modal utama kebangkitan Sumenep.

“Saat ini masyarakat lebih suka menghabiskan uang di pusat-pusat hiburan lokal seperti di area Taman Adipura itu lebih baik, ketimbang uangnya dihabiskan di tempat-tempat hiburan di luar kota. Begitu pula di bidang pendidikan, perlu dihimbau, agar masyarakat memanfaatkan perguruan tinggi daerah sendiri, ketimbang ke daerah lain. Dengan begitu perputaran uang tetap di Sumenep, tidak keluar,” tukasnya.

Senada, orang nomor satu di Sumenep saat ini, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si juga pernah mengatakan, bahwa pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep terletak di tangan pemuda. Dan saat ini, jumlah penduduk usia produktif, yakni usia 20 hingga 39 tahun mencapai 340.000 orang atau mencapai lebih dari 30 persen dari jumlah total penduduk di Sumenep, seperti yang telah disebut diatas.

Meski begitu menurut Bupati, untuk menuju kemajuan tersebut, bukanlah ditentukan oleh kuantitas pemuda, tetapi oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda itu sendiri. ( Farhan, Esha )