Media Center, Selasa ( 10/07 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menginstruksikan Dewan Smart City dan Tim Pelaksana Smart City (Kota Cerdas) Sumenep, menggali secara komprehensif kebutuhan pemanfaatan teknologi informasi, serta merumuskan secara matang master plant pembangunan smart city untuk 5 hingga 10 tahun ke depan.
“Kami harapkan smart city atau Kota Cerdas ini, bukan berarti kita ikut-ikutan daerah lain, karena potensi dan permasalahan di Kabupaten Sumenep berbeda, sehingga fokus pengembangan smart city harus disesuaikan dengan potensi, karakteristik dan permasalahan masyarakat Kabupaten Sumenep,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si saat membuka Bimbingan Teknis (Bintek) Penyusunan Master Plant Smart City dan Quick Win Kabupaten Sumenep di Sanggar Kegiatan Daerah (SKD) Kecamatan Batuan, Selasa (10/07).
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sumenep pada tanggal 08 Mei lalu, masuk dalam 50 Kota terpilih untuk mengembangkan smart city oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sebagai kelanjutan 25 Kabupaten/Kota terpilih di tahun 2017.
“Tentu saja terpilihnya Kabupaten Sumenep untuk menjadi bagian program smart city ini tidaklah mudah, sebab ada beberapa parameter yang harus terpenuhi, diantaranya kondisi keuangan daerah, peringkat dan status kinerja penyelenggara pemerintah daerah, indeks kota berkelanjutan, dimensi pembangunan pemerataan, dan kewilayahan serta indeks Kota Hijau,” imbuhnya.
Edy Rasiyadi mengungkapkan, yang jelas smart city bukanlah semata-mata belanja teknologi, melainkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik, karena itulah diharapkan smart city ini arah prioritasnya adalah tata kelola pemerintahan yang baik dan efisien, pelayanan publik dan pengembangan potensi daerah.
“Smart City atau Kota Cerdas adalah Kota yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan Kota menggunakan solusi inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan, dan memberikan layanan-layanan Kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. H. Koesman Hadie, M.Si menambahkan, peserta Bintek sebanyak 150 orang, terdiri dari seluruh anggota Dewan Smart City Kabupaten Sumenep dan Camat se-Kabupaten Sumenep, serta seluruh Tim Pelaksana smart city termasuk perwakilan Kepala Desa atau Operator Desa.
“Narasumber Bintek ini dari unsur Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Tim Konsultan. Sedangkan pelaksanaan Bintek selama 2 hari sejak tanggal 10 hingga 11 Juli 2018,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )