Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-07-2008
  • 323 Kali

Penggalian Sumur Dihentikan, Polisi Pasang Police Line

News Room, Rabu ( 16/07 ) Keluarnya minyak mentah yang berbau minyak tanah bercampur bensin, di salah satu sumur di Dusun Karang, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, membuat aparat kepolisian bersama Muspika Rubaru, bertindak tegas dengan menghentikan proses penggalian di sumur tersebut. Bahkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Sumenep memasang Police Line di sekitar sumur yang mengeluarkan minyak mentah itu. Kapolsek Rubaru, AKP Mahmud menerangkan, hingga saat ini sumur itu tetap diberi Police Line. Sedangkan proses penggaliannya terpaksa dihentikan. Sebab, dikhawatirkan jika diteruskan akan menimbulkan efek negatif bagi warga setempat. “Sambil menunggu tindakan Pemerintah Kabupaten, disekitar sumur itu dipasang Police Line,”terangnya. Mahmud menceritakan, awalnya sumur yang mengeluarkan kandungan minyak mentah itu, kali pertama ditemukan oleh Asmat alias Pak Sutamar (60), warga Dusun Karang, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, yang pada 7 Juli 2008 kemarin sedang menggali tanah untuk membuat sumur, sebagai pemenuhan air bersih dan menyiram tembakau. “Tiba-tiba, pada kedalaman 10 meter, tanah itu langsung mengeluarkan air yang baunya sangat menyengat,” terangnya. Karena merasa ketakutan dengan bau tersebut, kata dia, penggali sumur menginformasikan kepada warga sekitar. Tidak lama kemudian, warga beramai-ramai mendatagi lokasi, dan langsung mengambil air tersebut, lalu dicoba untuk membakar kayu. “Air yang berwarna kuning kecoklat-coklatan itu, ternyata mudah terbakar,”ujarnya. Melihat hal itu, perangkat Desa setempat melaporkan kepada Camat Rubaru, tentang adanya sumur yang mengeluarkan bau sangat menyengat, sehingga pada 14 Juli 2008 kemarin, Camat bersama Kapolsek Rubaru meninjau lokasi untuk mengetahui lebih dekat, dan pada saat itu juga, Polres Sumenep langsung memasang Police Line di sumur tersebut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ( Nita, Esha )