Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-08-2011
  • 1231 Kali

Pengguna Narkoba Di Sumenep Tertinggi se Madura

News Room, Rabu ( 03/08 ) Pengguna narkoba di Kabupaten Sumenep, tercatat tertinggi se Madura, yang jumlahnya mencapai 36 orang. Saat ini meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pamekasan dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sumenep. Dari 36 pengguna narkoba itu, 5 orang diantaranya sudah dikirim ke rumah sakit di Surabaya untuk direhabilitasi. Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si mengaku prihatin dengan kondisi pemuda di Bumi Sumekar ini, yang ternyata banyak mengkonsumsi narkoba, apalagi jumlahnya tertinggi dibandingkan 3 Kabupaten di Madura. “Dengan kondisi seperti itu, maka butuh pengawasan intensif, agar para kaula muda di Kabupaten Sumenep ini, terhindar dari narkoba. Karena Sumenep masuk pada urutan pertama di Madura sebagai pengguna narkoba,”kata H. Soengkono, pada wartawan di kantor Bupati Sumenep, Rabu (03/08). Puluhan pengguna narkoba itu, kata H. Soengkono merupakan orang yang tertangkap oleh pihak kepolisian, namun diluar diprediksi masih lebih banyak lagi, sehingga perlu penanganan khusus dalam memberantas pengguna barang haram dan membahayakan itu. “Jumlah 36 itu yang terjaring, yang tidak terjaring bisa jadi lebih banyak, terutama diwilayah kepulauan. Karena, wilayah tersebut jauh dari pantauan kami. Tapi kami tetap akan pantau disemua wilayah yang sekiranya tidak aman dari peredaran narkoba,”terangnya. Menurut H. Soengkono, yang juga Wakil Bupati Sumenep, sekarang ini terdeteksi banyak narkoba beredar di Kabupaten Sumenep, baik didaratan lebih-lebih dikepulauan. “Oleh karena itu, pemantauan di kepulauan mulai kami tingkatkan. Sebab, kami tidak ingin jumlah pengguna narkoba terus meningkat,”ungkapnya. Soengkono mengemukakan, salah satu penyebab tingginya pengguna narkoba di Sumenep, dikarenakan mereka merasa tidak gaul jika tidak memakai narkoba, terpengaruh lingkungan dan ikut kebiasaan orang tua serta teman dekatnya. “Rata-rata faktor utama tingginya penggunaan narkoba, karena pergaulan hidup,”pungkasnya. Untuk mencegah penggunaan barang haram itu, pihaknya konsentrasikan sosialisasi di pondok pesantren didua kepulauan yaitu kepulauan/Kecamatan Arjasa dan Sapeken. “Kami memilih sosialisasi di pesantren karena pesantren dinilai masih dipercaya oleh masyarakat sehingga jika para kiyai dan santri menyampaikan bahaya narkoba lebih dipercaya,”ujarnya menambahkan. ( Nita,Esha )