News Room, Senin ( 18/08 ) Detik-detik yang paling mendebarkan bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) adalah ketika kedelapan petugas pengibar bendera ini pada posisi bersiap mengibarkan bendera kebangsaan Indonesia ini. Menurut Chininta Oktarianti, sang petugas pemegang bendera ketika ditemui News Room usai melaksanakan tugasnya mengaku sempat deg-degan bercampur khawatir kalau-kalau pengibaran bendera salah. Sebab tugas itulah yang paling menentukan berhasil tidaknya Paskibraka. “Saya langsung sujud syukur usai melaksanakan tugas itu, jadi selama 25 hari berlatih dan mendapat gemblengan pagi dan sore tidak sia-sia. Pada detik-detik ketika akan mengibarkan bendera rasanya deg-degan,â€Âungkap Siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sumenep ini bangga. Puteri pasangan Syaiful Bahri dan Yuraida Sufiana ini berharap, dengan keberhasilannya melaksanakan tugas bersama teman-teman Paskibraka dari berbagai sekolah SMA di Sumenep itu, nantinya mendapat kesempatan menjadi Paskibraka di tingkat Jatim tahun depan. Hal yang sama diungkapkan mantan Paskibraka 2006, Ayu Kartika Mita Putriana yang mengaku bangga melihat petugas Paskibraka saat ini dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan dirinya ikut lega ketika mereka berhasil melewati detik-detik pengibaran bendera. Seperti yang dialaminya dua tahun lalu, ketika modelling andalan Sweet Models ini juga menerima tugas sebagai penerimah bendera dari Bupati Sumenep dan mengibarkannya dengan sukses. Sementara Ketua Umum Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Sumenep, Risqi Fitra Nasrullah mengaku sangat bangga pelaksanaan pengibaran bendera cukup sukses, dan perjuangan selama 25 hari sudah terbayar cukup dengan waktu sekitar 20 menit. Dan itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi PPI dan para pelatih Paskibraka, baik dari Polres Sumenep maupun dari Kodim 0827 Sumenep dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. ( Ren, Esha )