News Room, Kamis ( 07/08 ) Hampir setiap hari sejumlah SPBU, seperti di Pamolokan, Sumekar, Gedungan dan Pamolokan, selalu kosong. Yang ada hanya tulisan “bensin kosong†di pintu masuk SPBU. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir ini, habisnya persediaan BBM itu semakin menjadi, sehingga membuat sebagian besar warga yang membutuhkan BBM terutama bensin, resah. Salah seorang pengguna bensin, Yasin (25) warga Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep, kepada News Room mengatakan, habisnya persediaan BBM di SPBU itu membuat dirinya resah. Pasalanya, ketika warga sudah harus membeli BBM (bensin) ditingkat pengecer harganya bertambah. Itupun, porsi dari bensin di tingkat pengecer sangat jauh dibanding ketika beli di SPBU. Bahkan, katanya harga penjualan bensin ditingkat pengecer berbeda. â€ÂAda yang menjual dengan harga Rp.6.500,00 per-liter, ada yang Rp.7.000,00 per-liter, hingga Rp.7.500,00 per-liter,â€Âujarnya. Dengan kondisi tersebut, Yasin berharap pihak terkait turun tangan mengatasi keresahan yang dialami masyarakat, sebab selama ini seringkali kondisi tersebut terjadi menjelang musim panen tembakau dan saat-saat masyarakat sangat membutuhkan BBM. Dikonfirmasi di kantornya, Manajer SPBU PT. Wira Usaha Sumekar, Agus Suryawan mengatakan, kondisi tersebut terjadi hampir di semua daerah di Madura. Pihaknya tak bisa berbuat apa-apa, sebab kondisi tersebut bukan karena permainan dari pihak SPBU. Tetapi katanya, karena pasokan BBM dari pihak pertaminan kadang sering lambat. â€ÂKami kan hanya pelaksana di lapangan. Persoalan tekhnis pengiriman, bukan menjadi tugas kami,â€Âujarnya. Meski diakui Agus, seringkali pihaknya mendapat kritikan, namun hal itu dianggap hal yang wajar. Apalagi, pihaknya sadar, bahwa kebutuhan akan BBM (bensin) sangat dominan. Sejak pasokan BBM tak normal, warga banyak yang mengeluh, khususnya para pengecer di kios atau di toko penjualan bensin. Sebenarnya pasokan BBM dari Pertamina, menurut Agus tak lebih dari 16.000 liter per-hari. Namun, dia mengaku jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan pembeli. “Kita sudah mendesak kepada pihak Pertamina agar ada tambahan stock bagi SPBU, Siapa tahu dengan tambahan stock tersebut beban warga sedikit terbantu,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )