News Room, Sabtu ( 25/07 ) Pengiriman kerajinan tangan khas pulau Sapeken, berupa lampu hias dari kerang, pasca ledakan mengalami penurunan. Selama ini, kerajinan tangan khas pulau Sapeken dikirim ke Pulau Dewata, Bali, untuk dijual kepada wisatawan asing. Namun, sejak ledakan bom di Jakarta kemarin, pengiriman kerajinan tangan khas Sapeken tersendat. Bahkan, ada order yang sudah dipesan, terpaksa ditangguhkan. Salah seorang pengusaha kerajinan tangan khas Pulau Sapeken, Nur Asyur mengatakan, pengaruh ledakan bom di Jakarta itu memang sangat dahsyat, utamanya terhadap usahanya. Pengiriman kerajinan tangan yang dibangun keluarganya itu nyaris terputus, karena penurunannya begitu besar. â€Â15 persen penurunannya. Beberapa order yang sudah dipesan, terpaksa ditangguhkan hingga suasana benar-benar kondusif. Ya, ini gara-gara ledakan bom di Jakarta,†terangnya. Biasanya satu bulan, kata Nur Asyur, pihaknya menerima 4 order, yang harganya satu order mencapai Rp. 80 hingga Rp. 100 juta. “Tapi, dua minggu ini, nyaris tidak ada order. Dipastikan, untuk bulan ini kami hanya menerima satu order saja,â€Âungkapnya menambahkan. Bahkan, saat ini warga setempat yang menampung hasil kerajinan lampu hias khas Sapeken di Bali, banyak yang pulang, gara-gara penjualannya merosot. Yang semula 51 kios, namun sekarang tinggal 7 kios yang bertahan di Bali. Nur Asyur, yang juga anggota DPRD Sumenep asal Pulau Sapeken, berharap pelaku bom beserta jaringannya bisa secepatnya ditangkap. â€ÂTindakan teroris itu tidak bisa diampuni, karena selain merenggut jiwa tak bersalah, juga menyebabkan usaha orang pribumi menjadi tersendat,â€Âkatanya. ( Nita, Esha )