News Room, Rabu ( 04/03) Biji jarak rupanya bukan barang asing bagi masyarakat Desa Gedugan Kecamatan Giligenting. Sebab, sudah puluhan tahun masyarakat disana memang menjadikan biji jarak sebagai bahan baku untuk membuat dempol (semacam olie) yang biasanya dipesan oleh para juragan pemilik perahu layar. Seperti halnya yang diakui Sami (53) warga Desa Gedugan, yang mengaku selama kurang lebih 30 tahun menggeluti usaha membuat dempul dengan bahan biji jarak itu. Menurut Sami, ketrampilan yang digeluli tersebut merupakan warisan dari orang tuanya. Bahkan, terkadang jika pesanan banyak, biasanya sampai mempekerjakan 3 hingga 5 orang tetangga dekatnya. “Kalau hari-hari biasa seperti sekarang ini, biasanya hanya membuat sekitar 18 botol setiap hari dengan dikerjakan sendiri. Tapi kalau banyak permintaan saya mengajak keluarga dan keponakan saya untuk membantu,â€Âujar Sami. Mengenai harga yang dipatok, menurut Sami, setiap botol hanya sebesar Rp. 7.000,00, sebenarnya harga tersebut tegas Ibu dua anak ini, bisa dikatakan tidak sebanding dengan proses pengerjaannya. Sebab, cara membuat dempul ini membutuhkan proses yang cukup panjang dan pekerjaannya menyita banyak tenaga. Sedangkan bahan baku berupa biji jarak selama ini masih banyak mendatangkan dari Panarukan, sedangkan dari lokal hanya cukup dijadikan bahan campuran saja, itupun tidak seberapa banyak. Sami berharap ada sentuhan dari Pemerintah maupun pihak yang peduli terhadap keberadaan kerajinan pembuatan dempul ini. Sebab, jika memang pengolahan biji jarak ini dilakukan dengan alat yang memadai dan ada suntikan modal sebagai modal usaha, akan melancarkan usahanya. Sementara dari sisi penjualannya masih mengandalkan para juragan kapal yang biasanya hanya ramai pada musim kemarau dan bulan puasa, disaat para perahu layar datang dari Jakarta, Kalimantan dan berbagai pulau lainya. Sebab, rata-rata perahu layar yang ada di Kecamatan Giligenting merantau keberbagai daerah di Indonesia. Dan pulang ketika bulan puasa dan pada saat menjelang cuaca kurang bersahabat. Dan saat itulah digunakan untuk mendempul perahunya. ( Ren, Esha )