News Room, Kamis ( 23/04 ) Dalam pengungkapan kasus pembunuhan yang menimpa Ketua KPPS TPS 3 Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Moh Hasyim (37), tak kunjung menuai titik terang. Bahkan, polisi menyatakan membutuhkan waktu cukup panjang untuk mengungkap pelakunya. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumenep, AKBP Umar Effendi mengatakan, meski penyidik telah memeriksa 8 orang saksi, namun tak satupun keterangan mereka mengarah pada pelaku. “Kami berusaha meminta keterangan dari keluarga korban, yang diharapkan dapat menjadi penunjuk awal, juga belum menemukan titik terang. Sebab, dari 8 saksi yang diperiksa masih perlu pendalaman lagi,â€Âtegasnya. Umar Effendi menjelaskan, penyidik juga masih perlu keterangan dari keluarga korban, terutama anak korban yang duduk di SMA. “Keterangan dari putra pertama korban ini sangat dibutuhkan, tapi untuk dimintai keterangan saat ini tidak mungkin, karena yang bersangkutan masih ikut Ujian Nasional (Unas),â€Âujarnya menambahkan. Proses pengungkapan pelaku ini, kata dia, tidak ditargetkan berapa lama pelaku bisa terungkap. Namun, memastikan jika penyidik akan memeriksa banyak saksi, baik dari teman dekat, keluarga korban maupun pihak lain yang diduga mengetahui rencana pembunuhan tersebut. Sebelumnya, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 3 Moh Hasim (37) warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, ditemukan tewas mengenaskan di sawah, sekitar 100 meter dari rumahnya, Selasa (21/4/2009) pagi. Di sekujur tubuhnya terdapat banyak luka sayatan. Diantaranya, luka di bagian leher, kedua tangan nyaris putus dan usus terurai. ( Nita, Esha )