Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-05-2008
  • 952 Kali

Pengurus Cabang NU Sumenep Bakal Telaah Lebih Dalam LDII

News Room, Sabtu ( 31/05 ) Demi mendapatkan status pengakuan dari NU (Nahdlatul Ulama), maka LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia) Cabang Sumenep, Sabtu pagi (31/05) melakukan silaturrahmi ke kantor PCNU Sumenep, sambil menjelaskan mengenai visi dan misi yang diterapkan LDII selama ini. “Silaturahmi itu, merupakan sikap untuk memperat tali persaudaraan antar muslim saja, bukan untuk hal-hal lainnya,” kata Ketua DPD LDII Sumenep, Drs. Musaheri, M.Pd. Musaheri menerangkan, sebenarnya status pengakuan itu sesuatu yang selalu berkembang, sehingga tidak perlu dimintakan kepada siapapun, tapi diberikan kepada masyarakat untuk menilai, karena kedewasaan masyarakat itu juga berkembang. “Tingkat pengakuan itu kami percayakan sepenuhnya kepada masyarakat, tinggal masyarakatnya saja mau dewasa apa enggak. Karena kita tidak pernah menutup diri, kapan saja mau dilihat, diikuti dan dikoreksi, dipersilahkan,” terangnya. Musaheri menyatakan, tindakan NU untuk melakukan telaah dan kajian ulang terhadap keberadaan LDII, dinilai sebuah langkah positif. Sebab, kebenaran itu memang membutuhkan kebijakan objektifitas. “Jika mau ditelaah dan dikaji, kami siap memberikan dokumen-dokumen yang diperlukan,” paparnya. Kemudian, menanggapi dugaan bahwa LDII merupakan aliran sesat, Musaheri mengaku tidak ada masalah, toh setiap orang berhak untuk menduga. “Kita tidak akan emosional, justru itu yang akan dijadikan pemicu bagi yang bersangkutan untuk mempelajari LDII,” ujarnya. Bahkan, pihaknya juga menepis tudingan, jika LDII menganggap najis orang lain ketika memasuki tempat ibadahnya. Menurut Musaheri, itu pikiran lama yang seharusnya ditinggalkan, karena tidak bisa diterima secara logika, dengan menajiskan seseorang, di dalam Islam sudah ada aturannya, barang najis itu kayak apa. Sementara itu, Rais Syuriyah PC NU Sumenep, KH. Moh. Ishomuddin Abdullah Sajjad menyambut positif kedatangan LDII. Sebab, dengan silaturrahmi itu, pihaknya bisa mengetahui secara rinci mengenai ajaran yang diterapkan oleh LDII, mengingat selama ini isu yang berkembang di masyarakat, bahwa LDII terkenal sebagai aliran yang eksklusif, artinya menutup diri dan tidak mau mengenal selain penganutnya sendiri. Kyai Ishomuddin menyatakan, tidak bisa membenarkan ajaran yang diterapkan LDII itu. Karena, membutuhkan waktu yang cukup lama. “Kita akan melakukan kroscek langsung ke lapangan, dengan mengunjungi masjid LDII, dan melakukan pengajian secara bersama-sama, atau mendatangi sendiri masjid LDII,” tegasnya. ( Nita, Esha )