Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-03-2010
  • 2106 Kali

Pengusaha Besi Tua Di Sumenep Bentuk Organisasi P2BTM

News Room, Rabu ( 31/03 ) Pengusaha barang rongsokan dan besi tua di Kabupaten Sumenep, selama ini mungkin jarang terlihat tampak berorganisasi dalam usahanya, seperti beberapa pengusaha bidang lainnya, seperti pengusaha kontruksi dan berbagai usaha lainnya. Namun, saat ini para pengusaha besi tua di Sumenep sudah mulai merapatkan barisan untuk juga memiliki wadah yang dapat menyalurkan aspirasi dan bisa menjadi ajang silaturrahmi dan pemecahan berbagai masalah yang banyak dihadapi mereka. Salah seorang pengusaha besi tua senior, H. Abdul Hamid ketika ditemui News Room di Desa Kalianget Barat ini mengungkapkan, dari sekitar 25 pengusaha besi tua di Kabupaten Sumenep sudah bergabung dengan organisasi yang baru dibentuk sebulan lalu, yakni Persatuan Pengusaha Besi Tua Madura (P2BTM). “Semoga ikatan organisasi para pengusaha besi tua ini nantinya juga bisa berkembang dengan beberapa pengusaha yang ada di 3 Kabupaten lainnya di Madura. Sementara ini memang masih baru tahap pembentukan di Sumenep,”ujar pengusaha sejak tahun 70-an ini. Dijelaskan, meskipun selama ini secara langsung kurang dikenal, terkait dengan peran dari pengusaha besi tua, sebenarnya selama ini pihaknya juga memiliki kontribusi dalam mengurangi timbulnya lingkungan yang kotor di seputar kota dan tempat-tempat sampah lainnya di Sumenep. Serta bisa menampung tenaga kerja yang cukup banyak. Sementara, berbagai persoalan juga banyak dihadapi rekan-rekan para pengusaha besi tua, yang terkadang harus berhadapan dengan aparat hukum. Misalnya, apabila ditemukan membeli barang rongsokan yang ternyata hasil curian, sementara pembeli tidak mengetahui jika barang tersebut merupakan barang curian. Karena tidak memiliki persatuan dan rekan advokasi untuk melindungi kejadian seperti itu, kadang membuat pengusaha besi tua menjadi tersangka yang ujung-ujungnya akan merugikan kepada pengusaha. Bahkan, ketika harus dihadapkan pada persoalan anjloknya harga barang, jika kurang adanya persatuan akan sulit menghindari persaingan yang kurang sehat. “Semoga ini menjadi awal baik bagi para pengusaha besi tua, agar dalam berusaha lebih tenang dan menjalin silaturrahmi antar pengusaha, disamping juga bisa melaksanakan berbagai kegiatan sosial bersama,”pungkasnya. ( Ren, Esha )