Media Center, Jumat ( 26/01 ) Penilaian Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Timur 2018 bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ibu, perempuan dan keluarga, agar bisa terus melakukan inovasi untuk kesejahteraan keluarga.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Penilai Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Waluyo Ajeng Lukitowati, S.ST, MM saat melakukan kunjungan di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jumat (26/01).
“Dengan KB Kesehatan tentunya keluarga secara otomatis akan membangun keluarga kecil yang memiliki kehidupan layak dan sejahtera,” ungkapnya.
Ditambahkan, dengan kehidupan yang layak dan sejahtera secara otomatis, juga akan mampu menjaga kesehatannya dan bisa menjamin kesejahteraan keluarganya, termauk untuk biaya sekolah anak-anaknya hingga memiliki ilmu pngetahuan yang tinggi pula.
Ibu Luki, panggilan akrab Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, dengan keluarga yang sehat tentunya juga mengurangi biaya kesehatan dan memutus mata rantai kemiskinan.
“Kami harapkan para ibu lebih fokus melakukan bina keluarga, sehingga melahirkan generasi emas yang sehat dan sejahtera,” tandasnya.
Sementara itu Penilaian Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Timur dilakukan terhadap 4 nominator, yakni Kabupaten Sumenep, Kabupaten Banyuangi, Kabupaten Malang, dan Kota Pasuruan. Selanjutnya yang terbaik nantinya akan mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional. ( Ren, Esha )