Media Center, Selasa ( 29/08 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pimpinan Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) betul-betul objektif dan fair dalam memberikan penilaian
kepada pegawainya, sesuai kinerja masing-masing dengan berbasis kinerja.
Plt Sekretaris Dareah Kabupaten Sumenep, Drs. R. Idris
mengatakan, berlakukanya pengukuran indikator kinerja pegawai dalam
sasaran kerja pegawai (SKP), diharapkan Aparatur Sipil Negara (ASN)
memiliki tanggung jawab dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,
sehingga tidak ada lagi ASN yang bingung, apa yang harus dikerjakan
ketika ada di kantor masing-masing.
Untuk itu, pimpinan OPD harus
memberikan penilaian berdasarkan kinerja ASN di jajarannya, bukan
menilai bukan karena kedekatan maupun hubungan lainnya.
”Pimpinan
OPD harus memberikan penilian atas dasar kinerja ASN dijajaranya, jangan
karena dekat atau ada hubungan keluarga dalam memberikan penilian itu.
Jadi, pimpinan OPD harus objektif, sehingga tidak menimbulkan
kecemburuan,”kata Sekretaris Daerah saat acara pembukaan bimbingan
teknis penyusunan dan penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) melalui
e-SKP bertempat di UPT SKD Batuan Sumenep, Selasa (29/08).
Sekda
mengatakan, pimpinan OPD agar konsisten dan intens melakukan pengawasan
berkelanjutan terhadap kinerja pegawainya dalam semua lingkup, baik
masalah administrasi keuangan, kinerja maupun perilakunya. Apalagi hasil
penilaian dari Komisi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia, dari
4,5 juta ASN di Indonesia, hampir 1,5 juta memiliki kompetensi rendah.
“Rendahnya mutu dan kualitas ASN menjadi perhatian khusus, karena akan
mempengaruhi kinerja dan pelayanan kepada publik, jika pimpinan OPD
membiarkan berpotensi menambah jumlah ASN yang memiliki kompetensi
rendah tersebut,”tegas Sekda.
Plt Sekda mengungkapkan,
dilaksanakannya sosialiasi penilaian dan penyusunan SKp melalui e-SKP,
bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menyelenggarakan
pemerintahan yang bersih, cepat dan transparan dengan memanfaatkan
keunggulan teknologi.
“Peserta Bintek saya berharap mengikuti
acara ini sebaik-baiknya, sebab, Bintek ini sifatnya teknis karena
menggunakan software untuk menyusun SKP. secara detail peserta Bintek
harus menguasai dengan baik, agar tidak ada kekeliruan dalam
implementasinya,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )