News Room, Kamis ( 02/08 ) Penjualan Pertamax di Kabupaten Sumenep, tidak menunjukkan adanya peningkatakan, meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi bagi semua kendaraan dinas per-tanggal 1 Agustus 2012 kemarin. Berdasarkan data di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT. Wira Usaha Sumekar (WuS), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, bahwa sejak tanggal 1 Agustus, hingga Kamis (02/08) ini, jumlah penjualan BBM berjenis Pertamax baru mencapai sekitar 25 liter. Kepala Divisi Pengembangan Usaha PT. WuS, Susilo menjelaskan, kebijakan baru terkait penggunaan BBM non subsidi bagi kendaraan dinas, tidak sampai merubah jumlah penjualan BBM berjenis Pertamax di SPBU yang dikelolanya. Tingkat penjualan Pertamax itu sama halnya dengan sebelum adanya kebijakan baru. “Dari kemarin, belum ada kendaraan dinas roda empat yang mengisi Pertamax disini, hanya saja ada kendaraan roda dua dan sebagian juga dari kendaraan pribadi. Bisa jadi mereka mengisi ke SPBU yang lain,”kata Susilo, Kamis (02/08). Menurut Susilo, tingkat penjualan konsumen terhadap BBM jenis Pertamax itu memang sangat rendah, jika rata-rata penjualan hanya mencapai 750 liter Pertamax setiap harinya, sedangkan BBM berjenis premium mencapai 24 ribu liter setiap hari dan jenis solar mencapai 8.000 liter setiap hari. “Perbandingan penggunaan Pertamax dengan premium sangat jauh. Untuk menghabiskan Pertamax satu tangki yang berukuran 8.000 leter itu harus membutuhkan waktu sekitar 8 bulan lebih. Pada bulan Januari 2012 lalu kami menebus Pertamax 1 tangki (8.000 liter), hingga saat ini baru 5.300 liter yang terjual, sisanya tinggal 2.700 liter ditangki,”ujarnya. Namun, dengan adanya kebijakan baru tersebut, kata Susilo, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menebus Pertamax sebanyak 1 tangki guna persediaan bagi kendaraan dinas, karena SPBU tersebut merupakan milik BUMD yang harus menyediakan permintaan termasuk kendaraan dinas. “Tapi pertamax yang sudah ditebus itu belum datang. Tapi, kalau sudah dikirim kesini (SPBU), maka kami akan memiliki stok Pertamax sebanyak 6.700 liter, karena Pertamax yang kami tebus jumlahnya hanya 4.000 liter,”ungkapnya. Untuk harga pertamax tidak tetap, pada Kamis (02/08) ini Rp. 9.050,00 per-liter, namun besok harganya naik menjadi Rp. 9.700,00 perliter. ( Nita, Esha )