News Room, Kamis ( 21/05) Partisipasi masyarakat terhadap lingkungan di Desa Larangan Perreng Kecamatan Pragaan, secara perlahan mulai tumbuh. Bahkan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar sangat membanggakan. Hal tersebut diakui Kepala Desa Larangan Perreng, Hj. Riskiya ketika ditemui News Room dirumah warga yang mendapat rehab RTL melalui program Bhakti TNI mengungkapkan, jika masyarakat Desanya sangat menjunjung tinggi gotong-royong dan kebersamaan. Bahkan, ketika dilaksanakannya penyadaran masyarakat terhadap pentingnya membuat jamban untuk sanitasi, semua langsung merespon dan secara otomatis semua warga saling bantu dengan tetangga lainnya. Dalam satu Desa tak satupun yang tidak memiliki jamban di rumahnya. Hingga, program sanitasi ini masuk Juara i di Jatim dan saat ini masih dalam penilaian tingkat Nasional. Tidak hanya itu, masyarakat juga sangat peduli terhadap kepentingan masyarakat sendiri. Misalnya, dalam kegiatan gotong-royong dan swadaya masyarakat sendiri untuk membuat jalan makadam sepanjang 500 meter di dusun Tenggina menuju Dusun Lembena, sehingga masyarakat Dusun Tenggina saat ini, jika akan ke Dusun Lembena dan Dusun Tareta tidak sulit seperti sebelumnya. Sebab, sebelumnya untuk melewati jalan memutar lewat Desa Kertagena Kecamatan Pamekasan yang jaraknya mencapai 8 kilometer. Sedangkan saat ini sudah bisa dilewati sekitar 2 hingga 3 kilometer. Namun, sayangnya ketika musim hujan memang agak sulit, karena sebagian jalan menuju kesana masih becek dan berlumpur. "Saya berharap ada program pembangunan yang menyentuh kesana. Sebab, jalan pintas antar dusun di Desa Larangan Perreng ini sangat dibutuhkan masyarakat, utamanya untuk mempermudah pengiriman hasil pertanian,"ujar isteri mantan Kades Larangan Perreng dua periode sebelumnya, H. Halili ini. Bahkan, dengan adanya program PNPM yang memang akan dilaksankan tahun 2009 ini, yang dilaksanakan dan disusulkan dari bawah benar-benar dapat menampung aspirasi masyarakat. Hanya saja, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum di Desa Larangan Perreng, menurut Riskiya, masih cukup banyak. Namun, setidaknya hal itu bisa sedikit mengurangi kesulitan masyarakat. Dan diharapkan dengan adanya berbagai program pancingan dari pemerintah dapat menggugah masyarakat juga berperan aktif dalam membangun lingkungannya sendiri secara gotong-royong. Sebab, diakui Riskiya, beberapa program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat sangat bermanfaat dan bisa dinikmati serta dikembangkan dengan baik. Karena masyarakat menyadari manfaat dari setiap program tersebut. ( Ren, Esha )