Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-05-2012
  • 463 Kali

Penulisan Berita Jangan Dijadikan Negosiasi Kepentingan

News Room, Rabu ( 02/05 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap kalangan wartawan tidak menegosiasikan materi berita demi kepentingan diluar tugas jurnalistik. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara silaturrahim dengan insan pers, di Gedung Pertemuan PKK Kabupaten Sumenep, Selasa malam (01/05), mengatakan, wartawan dalam menulis berita jangan sampai dijadikan ajang negosiasi pada pemerintah daerah untuk kepentingan tertentu, namun wartawan harus menulis berita secara obyektif, sesuai kode etik jurnalistik, serta tanpa tendensi apa pun. ”Jika pemerintah daerah salah, katakan salah dan apabila benar harus dikatakan benar. Kami di pemerintah daerah terbuka kepada wartawan dan tidak menutup informasi. Jadi, kami harapkan kalau ada hal yang penting, mari kita bicarakan bersama, karena kami ingin membangun kemitraan dengan wratam guna memajukan pembangunan di Kabupaten Sumenep,”tegasnya. Bupati menyatakan, kalangan wartawan ikut memberikan sumbangan positif dalam rangka pembangunan Sumenep ke depan yang lebih baik. "Kami berharap wartawan melihat kami bersama pejabat lainnya dan pemerintah daerah secara utuh dari depan, samping kanan, maupun kiri, jangan hanya dari belakang,”ungkapnya. Ditempat yang sama Ketua PWI Jawa Timur, Akhmad Munir mengungkapkan, wartawan sebagai fungsi kontrol sosial harus sesuai etika jurnalistik dalam melaksanakan tugas. Bahkan sebagai fungsi kontrol, salah satu hal paling penting yang wajib dilakukan, yakni hati dan pikiran yang jernih dan objektif. "Jangan menulis berita dengan yang tendensius dan sebagai fungsi kontrol sosial yang dilakukan insan pers tidak boleh sampai menutup mata atas sisi positif objek berita, sehingga jika ada yang positif dan layak berita, wartawan harus fair dan juga menulis sisi positif itu.”imbuhnya. ( Yasik, Esha )