Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-03-2015
  • 757 Kali

Penumpang Kapal DBS I Hilang, Murni Loncat Sendiri

News Room, Senin ( 30/03 ) Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kepulauan Kangean, dan keluarga korban yang hilang di kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I mendatangi Kantor Bupati setempat, Senin (30/03).

Saat aksi berlangsung, dua orang keluarga korban pingsan yakni Arfiah, kakak korban dan Dama, ibu korban. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit umum setempat untuk mendapat pertolongan medis. Mereka melakukan aksi dengan meminta Pemkab segera bertindak untuk mencari korban yang hilang tersebut.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat merilis kronologis hilangnya Hairul (30) warga Desa Duko, Kecamatan Arjasa, salah seorang penumpang Dharma Bahari Sumekar (DBS) I di depan mahasiswa kepulauan dan keluarga korban.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Moh Fadillah menjelaskan, bahwa kecelakaan laut itu terjadi pada tanggal 16 Maret 2015, sekitar pukul 20.05 WIB, saat kapal berada di sebelah utara Gua-gua.

“Saat itu penumpang melompat ke laut,”tegas Drs. Mohammad Fadillah, M.Si, membacakan surat laporan dari Nahkoda KM. Dharma Bahari Sumekar (DBS) I, Budi Nur Cahyono. Dalam peristiwa itu, pihak kapal langsung mencari korban karena saat melompat ada salah satu ABK yang melihatnya.

“Pencarian dilakukan selama 1 jam, tapi korban (Khairul, red) tetap tidak ditemukan, akhirnya kapal melanjutkan perjalanan,” terangnya.

Ia memastikan, dalam kecelakaan tersebut, korban tidak bunuh diri dan bukan kelalaian dari pihak kapal, tetapi korban melompat sendiri dari kapal.

“Dalam laporan nahkoda kapal yang kami terima, bukan bunuh diri, tapi murni korban melompat,” tandasnya.

 Sebelumnya, salah seorang penumpang kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I, Hairul (30) warga Desa Duko, Kecamatan Arjasa, diduga melompat saat melintas di perairan utara Kepulauan Gua-gua, Kecamatan Raas, Senin (16/03), sekitar pukul 20.00 WIB.

Nahkoda kapal putar haluan untuk mencari korban hingga memakan waktu 2 jam. Karena tidak ditemukan, kapal kembali melanjutkan perjalanan. Hingga sekarang, korban tersebut belum ditemukan. ( Nita, Esha )