Sumenep-Kominfo News Room : Bola panas perebutan hak penjaga makam kompleks para raja Sumenep di Asta Tinggi, antara Persatuan Famili Panembahan Sumolo (Perfas) dengan Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti) terus bergelinding. Terbukti, Kamis pagi (21/12) ratusan anggota Perfas mendatangi Asta Tinggi. Koordinator Lapangan (Korlap) Perfas, RB. Moh. Ridwan, SE menuturkan, kedatangan mereka bermaksud untuk mengusir paksa keluar penjaga Asta Tinggi tersebut, pasalnya, Perfas merasa dikecewakan oleh para penjaga Asta Tinggi, yakni dengan membuat Yayasan sendiri tanpa membertitahu Perfas, padahal sudah ada Yayasan Perfas, yang merupakan yayasan perkumpulan keturunan Raja Sumenep. Ridwan menerangkan, berdasar pada kekecewaan itu, maka pihaknya terpaksa harus mengusir penjaga Asta Tinggi, dengan tujuan makam di Asta Tinggi itu akan diurus sendiri oleh Perfas sebagai keturunan langsung pembesar Sumenep. Ridwan menandaskan, makam Asta Tinggi itu bukanlah aset umum yang bisa dimiliki setiap orang. Artinya, Asta Tinggi tersebut merupakan pemakaman khusus para raja dan keturunannya. Ia menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut, sebetulnya pihaknya sudah melakukan musyawarah dengan Yapasti bersama Bupati, namun hasil kesepakatan itu ternyata diingkari oleh Yapasti. Karena itu, pihaknya meminta dengan paksa kepada penjaga Asta Tinggi itu untuk segera mengosongkan Asta Tinggi, dan untuk sementara waktu Asta Tinggi akan ditutup hingga persoalan itu terselesaikan. Sementara itu Humas Yapasti, RB. Ruska Panji Adinda mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan pernah meninggalkan Asta Tinggi, mengingat keberadaannya sebagai penjaga Asta Tinggi sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Bupati Sumenep sendiri. Karena itu, pihaknya meminta ketegasan dari pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. Setelah melalui mekanisme yang cukup alot, akhirnya 10 perwakilan dari Perfas maupun Yapasti duduk bersama, yang disertai Wakapolres Kompol Yusuf Sudarmodjo, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ir. H.R. Edy Mustika, MS, M.Si. Namun, dalam tatap muka itu tidak menghasilkan keputusan berupa apapun, karena hal itu masih akan dilanjutkan pada pertemuan yang dijadwalkan 10 hari mendatang, dengan menunggu Bupati dan Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Budiono Sandi, SH. ( Nita, Esha )