News Room, Selasa ( 21/04 ) Nuansa berbeda ditunjukkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2015. Para petugas selempang putih itu mengatur arus lalu lintas di depan Masjid Jamik Sumenep dengan berpakaian sakera dan kebaya.
Sambil mengenakan pakaian adat Madura, petuga Satlantas membagikan helm, bunga, coklat dan selebaran kepada pengendara kendaraan bermotor yang dinilai tertib berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP. Musa Bakhtiar, menjelaskan, pihaknya sengaja menutup kegiatan operasi simpatik semeru 2015 dengan berpakaian adat Madura, karena bertepatan dengan Hari Kartini.
"Kami ingin menunjukkan hal berbeda di Hari Kartini ini. Apalagi bertepatan dengan penutupan operasi simpatik semeru 2015," kata Musa Bakhtiar, Selasa (21/04).
Pakaian adat itu, tidak hanya dipakai saat pengaturan arus lalin. Namun dilanjutkan dengan pelayanan seperti penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM), STNK dan BPKB.
Musa memaparkan, selama operasi simpatik tahun ini, yang digelar sejak tanggal 1 hingga 21 April, pihaknya berhasil mengumpulkan 1.139 teguran dan 101 tilang.
"Selama operasi simpatik ini kami lebih mengedepankan pre-emtif dan preventif. Tapi kalau ditemukan pelanggar yang berpotensi pada kecelakaan, seperti menerobos lampu merah, kami langsung berikan tindakan langsung (tilang)," terangnya.
Kasat Lantas mengungkapkan, Jumlah teguran pada operasi simpatik tahun ini meningkat dibanding tahun kemarin. Namun untuk tilang dan kejadian laka lantas menurun.
"Kalau tahun lalu operasi simpatik menghasilkan 642 teguran dan 197 tilang. Sedangkan laka lantas tahun kemarin 5 kasus dengan 3 meninggal dunia, dan tahun ini selama operasi simpatik ada 3 kasus dengan 1 meninggal dunia," ungkapnya. ( Nita, Fer )