News Room, Sabtu ( 12/01 ) Akibat angin kencang dan ombak besar dalam seminggu ini tidak ada kapal yang berani untuk berlayar. Bahkan, sejumlah kapal yang mengangkut kebutuhan logistik dan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya ke Kepulauan di Sumenep terpaksa tidak bisa berangkat. Seperti halnya yang terlihat di Pelabuhan III Kalianget, KML Mandala, yang biasanya mengangkut BBM ke kepulauan Sapudi sudah 5 hari tertahan di Pelabuhan Kalianget. Menurut Nakhoda KML Mandala, Zainuddin, pihaknya belum bisa memberangkatkan kapalnya, sehubungan cuaca masih belum stabil. “Kami tidak ingin mengambil resiko dengan memakskan mengirim BBM ke pulau sementara cuaca masih seperti ini.”ujarnya Sementara salah seorang Prakirawan BMKG Kalianget, Endriyono ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (12/01) menyatakan kondisi hari ini dan besok, badai tropis narelle ada kemungkinan akan menjauhi dari wilayah Indonesia menuju pantai barat laut Australia. “Dan badai ini biasanya jika sampai daratan akan lemah dan hilang, sehingga ada kemungkinan kondisi cuaca akan mulai membaik,”ujarnya. Dijelaskan, saat ini kondisi cuaca masih hujan ringan dan angin 5 hingga 50 kilometer/jam dari arah barat – barat laut. Sedangkan tinggi gelombang Masalembu mencapai 4 hingga 5 meter, Kangean 3 hingga 4 meter dan perairan Sumenep 2 hingga 3 meter yang akan terjadi sampai tanggal 13 Januari 2013. Dan diperkirakan tanggal 14 Januari 2013 cuaca akan berangsur normal. “Kami harapkan dalam 2 hari kedepan masyarakat tetap waspada untuk menunggu cuaca normal yang diperkirakan tinggal 2 hari lagi tersebut,”tambahnya. ( Ren, Esha )