News Room, Kamis ( 22/12 ) Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan berupa gedung perpustakaan di SDN Payudan Daleman 1 Kecamatan Guluk-guluk yang dilaksanakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2010 yang disalurkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melalui CV, ternyata hingga saat ini belum bisa termanfaatkan dengan baik, karena belum 100 persen realisasinya. Kepala SDM Payudan Daleman I, Badaruddin mengungkapkan, sebenarnya pengadaan gedung perpustakaan pada lembaganya merupakan langkah positif untuk meningkatkan mutu dan kualitas anak didik dalam penguasaan materi pelajaran maupun pengetahuan umum. Namun, jika belum amksimal dampaknya juga kurang baik. “Karena itu kami sangat berharap pembangunan sarana gedung perpustakaan yang dikelola oleh kontraktor tersebut dapat diselesaikan dengan utuh, dan tidak dibiarkan seperti saat ini,”ujarnya. Sebab, dari informasi yang diterima, dari dana sebesar Rp. 260 juta untuk pembangunan gedung perpustakaan dan pengadaan alat perlengkapan seperti buku, meubeler, computer, serta laptop belum terealisasi sepenuhnya. Bahkan, kalaupun bisa menilai pihaknya memprediksi kegiatan yang dilaksanakan kegiatannya belum mencapai 50 persen dari dana yang ada. Karena itu pihaknya berharap ada tindak lanjut dari dinas terkait utamanya Dinas Pendidikan Sumenep, agar informasi yang diterima sesuai dengan kondisi dan kenyataan yang ada. Sebab, masyarakat dan siswa sudah banyak yang tahu mengenai renacana pembangunan sarana dan prasarana pespustakaan di lembaganya. Hanya saja, baik dari rekanan maupun pihak konsultan belum diketahui kapan kepastian kelanjutan proyek tersebut. "Kami sangat berharap informasi tidak ngambang dan perlu klarifikasi terkait dengan pelaksanaan pembangunan sarana pendidikan itu, apakah masih akan dilanjutkan maupun ada ketentuan lain,”pungkasnya. ( Ren, Esha )