Sumenep-Infokom News Room : Minimnya pengalaman uji tanding diluar kandang ternyata berakibat fatal terhadap stamina dan mental pemain PERSSU Yunior pada Kompetisi Liga Remaja tahun ini, terbukti dalam 2 kali pertandingan diluar daerah, yakni di Mojokerto dan Bangkalan, Tim Besutan pelatih lokal Didik Sadran ini selalu menuai pil pahit. Bahkan pada laga tandang kedua di Bangkalan, ketika kontra dengan Persiwangi Banyuwangi, akibat lemahnya faktor mental itu seorang pemain terpaksa keluar lapangan karena melakukan pelanggaran cukup keras, sehingga wasit menjatuhkan kartu merah. Dengan dikeluarkannya seorang pemian itu harus dibayar mahal, dimana PERSSU dipaksa menyerah dengan angka telak 5-1. Padahal pada laga keduanya itu, PERSSU diharapkan mampu meraih point penuh untuk memudahkan perjalannya pada pertandingan selanjutnya. Ketika ditemui News Room, Ketua Umum PERSSU, Drs. H. Abdul Muiz, MM menerangkan, kekalahan Timnya didua laga pertandingan tandang itu hanya disebabkan lemahnya faktor mental pemain yang mudah terprovokasi oleh ulah pemain lawan maupun penonton, sehingga hal itu menghambat pola permainan tim, bahkan tak jarang pemain yang masih muda dan kurang pengalaman itu dengan mudah melakukan tindakan keras, yang pada akhirnya sangat merugikan tim. Untuk itu menurut Abdul Muiz, meski pihaknya telah melakukan pembinaan, baik skill dan mental, namun bercermin dari pertandingan dikandang lawan, maka selayaknaya jika Laskar Jokotole Muda itu, pada tahap selanjutnya akan menggelar pertandingan persahabatan tidak hanya dengan tim sedaerah saja, melainkan persahabatan itu dengan tim dari luar daerah, bahkan untuk memupuk pengalaman bertanding dan meningkatkan mental pemain, uji tanding itu ditempatkan diluar daerah. Disinggung sisa pertandingan bisa meriah point penuh untuk lolos pada putaran selanjutnya, Abdul Muiz yang juga sebagai Wakil Bupati Sumenep ini menjelaskan, pihaknya tetap optimis, pada 2 laga pertandingan sisa itu, Laskar Jokotole Muda ini akan menuai point penuh, sebab bagaimanapun juga pada 2 laga terakhir itu merupakan kesempatan untuk merubah posisi PERSSU sebagai juru kunci di Grup C, bahkan jika pada 2 partai itu dimenangkan anak didiknya, dipastikan akan melangkah keputaran kedua. Namun demikian menurut Wakil Bupati ini, pihaknya merasa bangga apapun prestasi yang diraih Laskar Jokotole Muda itu dalam Liga Remaja tahun ini, sebab bagaimanapun juga Kabupaten Sumenep masih memiliki bibit-bibit pesepak bola muda berbakat yang membutuhkan pembinaan dan perhatian yang lebih serius. ( Yasik, Esha )