Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-01-2013
  • 609 Kali

Pertahankan Areal Pertanian Dari Alih Fungsi

News Room, Sabtu ( 19/01 ) Sekitar 80 persen lahan pertanian di Kabupaten Sumenep merupakan tadah hujan, sehingga waktu efektif bagi petani untuk bercocok tanam, yakni pada musim hujan. Berbeda dengan yang ada di sejumlah wilayah di Jawa, yang produksi pertaniannya terus menerus, karena didukung areal pertanian yang potensial air. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dispertan Kabupaten Sumenep, Ir. Ach. Salaf Junaidi kepada News Room mengungkapkan, dengan keadaan tersebut, mayoritas petani di Sumenep baru menanam ketika musim hujan datang. Sedangkan musim hujan kali ini terlambat dari tahun sebelumnya, yang biasanya bulan Nopember, namun hujan baru stabil bulan Desember 2012 kemarin. “Kemungkinan masa panen kali ini juga akan mengalami kemunduran dari sebelumnya,”ujarnya. Menurutnya, upaya yang harus dilakukan, disamping langkah teknis yang dilakukan para petani penggunaan bibit unggul, pola penanaman baik, pemupukan seimbang, pengendalian UPT dan sebagainya, juga perlu melestarikan dan mempertahankan lahan pertanian, agar tidak sampai alih fungsi. Bahkan, justeru perlu dilakukan alih fungsi dari lahan tidur secara bertahap menjadi lahan pertanian produktif. Dan itu perlu didukung oleh sektor lainnya, seperti halnya koordinasi dengan Bappeda Sumenep terkait terbitnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Salah satunya mengatur wilayah kawasan lindung, budidaya, penyangga, industri dan sebagainya. “Yang terpenting pula, disamping kebijakan pemerintah harus didukung kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan sesuai RTRW, sehingga pelaksanaannya dapat berkesinambungan,”tambahnya. ( Ren, Esha )