Sumenep-Kominfo News Room : Berdasarkan analisa medan angin dan pantauan data citra satelit terakhir, tampak pertumbuhan awan di wilayah Jatim sudah relatif banyak terutama untuk daerah pegunungan pada sore hari dan daerah pantai pada malam hari. Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Juanda, Endro Tjahjono, saat dikonfirmasi, Rabu (24/10) mengatakan, secara umum pada saat ini cuaca untuk daerah Jatim dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfir dan variasi suhu muka laut di sekitar wilayah Indonesia, serta sirkulasi udara secara umum saat ini masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Sedangkan peluang hujan diperkirakan dapat terjadi pada sore/malam dengan intensitas ringan yang sifatnya lokal. Angin umumnya dari arah timur-selatan dengan kecepatan 05-40 km/jam, dengan suhu udara 17-36 derajat celcius. Hujan ringan dapat terjadi di dataran tinggi atau daerah pegunungan seluruh wilayah Jatim, seperti Jember, Lumajang, dan Blitar. Sedangkan untuk Surabaya sendiri cuaca pada Kamis (25/10) berawan dan Jum’at (26/10) cerah-berawan, angin dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 05-35 km/jam. Suhu udara 25-36 derajat celcius. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMG Maritim Perak Arif Triono mengatakan, tinggi gelombang diperairan Jawa untuk dua hari ke depan (25-26 Oktober) masih relatif aman bagi pelayaran. Seperti di perairan Ujung tinggi gelombang 0,2-0,6 meter, Ketapang Gilimanuk 0,5-1,3 meter dan perairan Bawean 0,8-1,3 meter. Sedangkan utara Jatim Tuban-Madura tinggi gelombang 0,5-1,3 meter dan selatan Jatim Pacitan-Banyuwangi 0,8-1,5 meter. Sementara untuk Laut Jawa 1,3-2 meter, Kepulauan Kangean 0,8-1,5 meter dan Samudra Hindia 1,5-2,5 meter. Kemudian pasang air laut pada Kamis (25/10) 130 cm terjadi pada pukul 22.00 WIB dan surut -100 cm terjadi pukul 04.00 WIB. Sedangkan pada Jum’at (26/10) pasang 140 cm terjadi pukul 22.00 WIB dan surut -130 cm terjadi pada pukul 05.00 WIB. (JNR, Esha)