Sumenep-Kominfo News Room : Berdasarkan angka pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan industri, tampak bahwa posisi Jatim lebih baik dibandingkan dengan posisi nasional. Dalam kajian ekonomi regional yang dibuat Bank Indonesia (BI), Jatim termasuk dalam wilayah yang dikategorikan cepat tumbuh dan maju. Baik di lihat dari sektor perdagangan, industri, ekspor, dan investasi. Demikian dikatakan Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah usai serah terima jabatan pimpinan BI Surabaya, di kantor BI Surabaya, Jumat (07/09) dari pemimpin lama Lucky Fathul kepada Rusli Simanjutak yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Diektorat Pengawasan Bank 2 BI pusat. Dikatakan Burhanuddin, sektor perdagangan dan industri, telah menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Jatim. Begitu pula pada ekspor dan investasi yang kini sudah mulai menujukkan petumbuhannya. Peranan Jatim sebagai pusat pertumbuhan, kata Burhan, harus terus dipelihara dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Ini perlu agar bisa mendorong perbaikan kualitas kesejahteraan masyarakat secara lebih luas. â€BI sebagai bank sentral, juga turut mengantisipasi dan mendukung menggiatnya perekonomian diseluruh penjuru tanah air, termasuk di wilayah timur Indonesia,†katanya. Mengacu pada kesepakatan Indonesia menjadi bagian dari masyarakat ekonomi Asean 2015, Jatim akan dihadapkan pada suatu komunitas ekonomi dengan perdagangan barang dan jasa yang bebas. Mulai dari lalu lintas modal yang terbuka tanpa hambatan, pergerakan tenaga kerja antar negara, hingga keleluasaan setiap negara dalam menempatkan kepentingan komersialnya di Asean. Menyikapi hal ini, Jatim harus mampu belajar memanfaatkan kondisi itu. Ini untuk mewujudkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonominya. â€Ini tidak hanya berlaku di Jatim tapi juga daerah lainnya,†katanya. Untuk saat ini, stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan yang ada masih tetap terjaga. Sementara, perekonomian secara keseluruhan masih dalam fase ekspansi yang semakin berimbang. Kondisi ini yang disertai dengan stabilitas nilai tukar yang tetap terjaga, memberi keyakinan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) ke depan diperkirakan masih akan berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan yaitu sebesar 6+1 prosen untuk tahun 2007 dan 5+1 prosen untuk tahun 2008. Dikatakannya, gejolak pada harga-harga domestik akhir-akhir ini, walaupun merupakan gejolak musiman, tetap perlu terus dicermati perkembangannya. Perbaikan-perbaikan mendasar pada struktur pasar distribusi barang-barang kebutuhan pokok akan sangat membantu upaya bersama memelihara stabilitas ekonomi makro di masa yang akan datang. Kini pertumbuhan ekonomi selama triwulan III-2007 diperkirakan sebesar 6,2 prosen. Pertumbuhan ini terutama akan didukung oleh pertumbuhan ekspor, konsumsi swasta, dan investasi. Membaiknya kegiatan investasi terutama ditopang oleh optimisme investor dan dukungan pembiayaan perbankan. Dari sisi penawaran, kemampuan sisi produksi dalam merespon kenaikan permintaan masih memadai seiring dengan peningkatan kegiatan produksi. ( JNR,Esha )