Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-06-2010
  • 357 Kali

Petani Garam Rakyat Masih Menunggu Cuaca Stabil

News Room, Sabtu ( 05/06 ) Petani garam rakyat, khususnya yang ada di Desa Karang Anyar dan Pinggir Papas Kecamatan Kalianget dan sekitarnya, menjelang musim kemarau saat ini masih harap-harap cemas. Sebab, ternyata hingga bulan Juni 2010 ini, seringkali hujan, sehingga beberapa petani garam masih enggan menggarap lahannya. Meskipun, sebagian petani sejak bulan Mei 2010 lalu sudah mulai melakukan penimbunan batas lahan, namun pada akhirnya banyak yang sia-sia, karena kemudian terhempas kembali ketika datang hujan, sehingga upaya petani sepertinya menjadi sia-sia, karena itu sebagian dari mereka lebih memilih menunggu cuaca benar-benar memungkinkan. Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat, H. Suwarno kepada News Room tadi siang, Sabtu (05/06) mengungkapkan, jika melihat cuaca saat ini, sepertinya masih ketar-ketir bagi petani garam untuk melakukan aktifitas, karena memang sudah seperti itu yang terjadi. “Jika pada tahun sebelumnya bulan Juli 2010 sebagian petani garam sudah panen, namun saat ini kemungkinan bisa panen bulan Agustus, itupun kalau dalam bulan Juni 2010 ini mulai kemarau,”ujarnya. H. Suwarno berharap, para petani garam tetap memiliki semangat dan besar hati untuk selalu berusaha, karena semua kehendak dan hasilnya, Yang Maha Kuasa lebih mengetahui. Yang terpenting, sesulit apapun petani tetap berupaya mencari penghasilan di bumi yang mereka pijak dan tempat mengais rejeki. Namun, pihaknya tetap berharap harga garam rakyat bisa naik, sehingga kesejahteraan petani garam juga naik. Sebab, terkadang harga garam tidak stabil, sehingga merugikan petani. Dan yang terpenting pula, tidak sampai over produksi, sehingga garam rakyat dapat terjual semua dengan harga yang layak. ( Ren, Esha )