Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-09-2013
  • 604 Kali

Petani Tak Kenal Musim, Rubaru Jadi Wilayah Agropolitan

News Room, Jumat ( 27/09 ) Potensi tanaman holtikultura di Kecamatan Rubaru, bisa dikatakan hampir tidak pernah punah sepanjang tahun, boleh dikatakan tidak mengenal musim hujan maupun musim kemarau, tanaman holtikultura, seperti cabe, bawang merah, kacang panjang, timun, terong dan sejumlah tanaman holtikultura lainnya tetap menjadi andalan petani. Kepala UPT Pertanian Kecamatan Rubaru, Ir. Sakdawi Jayadi kepada News Room, Jumat (27/09) menjelaskan, untuk saat ini tanaman holtikultura, bawang merah menjadi andalan di Kecamatan Rubaaru karena harganya sangat bagus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Sementara untuk tanaman cabe memang sempat mengalami penurunan sejak 2 hingga 3 bulan lalu, yang harganya sempat naik bahkan, hingga mencapai Rp. 50.000,00 hingga Rp. 60.000,00/kilogramnya,”jelasnya. Sedangkan untuk tanaman cabe rawit di Kecamatan Rubaru memiliki luas areal produksi sekitar 125 hektar, dengan potensi hasil produksi mencapai 5,8 ton/hektar, dan untuk cabe besar dari lahan 24 hektar dengan hasil produksi berkisar 5,6 ton/hektar. Lebih lanjut Sakdawi menjelaskan, di musim kemarau panas saat ini, komoditas tanaman mentimun sangat diminati, karena permintaan hingga keluar kota terus meningkat. Setiap hari, sedikitnya 7 hingga 8 ton timun dikirim oleh pedagang di Kecamatan Rubaru keluar kota, seperti ke Surabaya dan sebagainya. “Meskipun kondisi lahan pertanian di musim kemarau banyak lahan kering, namun petani di Kecamatan Rubaru tetap menggunakan air bor untuk bertani, sehingga wajar jika Kecamatan Rubaru menjadi wilayah agropolitan di Kabupaten Sumenep,”pungkasnya. ( Ren, Esha )