Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-08-2012
  • 653 Kali

PMII Sumenep Shalat Ghaib Doakan Korban Kelompok Syiah

News Room, Senin ( 27/08 ) Tragedi penyerangan terhadap kelompok syiah, oleh oknum tidak bertanggung jawab, di Kabupaten Sampang, pada Minggu (26/08) kemarin, dengan merenggut 2 korban jiwa, mendapat perhatian kalangan mahasiswa Sumenep. Senin (27/08) pagi, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, menggelar orasi di depan Taman Adipura, Kecamatan Kota, diakhiri dengan shalat ghaib, sebagai aksi keprihatinan bagi korban tewas dalam tragedi tersebut. “Melalui shalat ghaib ini, kami ingin mendoakan korban yang meninggal dalam aksi penyerangan tersebut. Mudah-mudahan konflik tersebut bisa segera mereda, dan para pelaku penyerangan terhadap kelompok syiah secepatnya ditangkap,”kata Satnawi, Korlap aksi PMII Sumenep, Senin (27/08). Satnawi menjelaskan, aksi yang dilakukannya ini, guna mengutuk kekerasan dan pembakaran terhadap kelompok syiah di Sampang tersebut. “Sebab, itu mandakan sikap toleransi umat beragama sudah musnah. Kami sangat menyayangkan aksi main hakim sendiri di Sampang. Negara kita ini negara hukum. Kenapa harus ada aksi main hakim sendiri,”terangnya. Sebelumnya, Minggu (26/08) kemarin, sekitar 20 anak warga Syiah asal Desa Karanggayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, hendak balik ke pondok pesantren di Bangil, Pasuruan, usai pulang Lebaran. Namun di tengah jalan kendaraan mereka dihadang kelompok anti Syiah dan tidak diperbolehkan kembali ke Bangil. Bahkan yang sudah naik angkutan disuruh turun. Massa sekitar 100 orang itu akhirnya mengarak pelajar atau santri Syiah untuk kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Massa yang menghadang Syiah semakin beringas. Rumah-rumah warga syiah pun dibakar. Warga Syiah berupaya memberikan perlawanan, hingga terjadi pertarungan dengan senjata tajam. Akibatnya, dua korban dari Syiah bernama P Hamama (40) dan Thohir (35) meninggal terkena sabetan celurit, dan sejumlah warga Syiah lainnya luka-luka. ( Nita, Esha )