Sumenep-Kominfo News Room : Pegawai Negeri harus mampu menjawab tuntutan dari masyarakat, sekaligus menepis pandangan masyarakat terhadap PNS yang kurang begitu baik. Hal ini dikatakan Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Propinsi Jawa Timur, I Made Sahariyana, SH, MM di sela-sela membacakan sambutan Kepala Badiklat Jatim, di Malang, Selasa (26/12). Dengan diadakannya Diklat ini diharapkan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan maksimal dari pemerintah yang digawangi oleh PNS. “Diklat ini akan meningkatkan profesionalisme kerja PNS,†ujarnya. Nantinya menurut Made, alumni peserta diklat ini akan mempunyai kopetensi yang cukup sesuai dengan bidangnya. Kopetensi ini meliputi jiwa kepemimpinan yang wajib dimiliki oleh PNS. Yang kedua, PNS akan mempunyai intregritas tinggi dalam menjalankan tugasnya. Dan yang terakhir harus dimiliki setiap PNS yaitu profesionalisme tinggi. “Tiga hal ini sudah mencakup tuntutan yang diinginkan masyarakat,†ujarnya. Lebih lanjut Made menjelaskan, untuk mencapai profesionalisme PNS harus memiliki kemauan, kemampuan dan tahu apa yang harus dikerjakan. “Jika salah satunya tidak dimiliki maka hasilnya akan timpang,†katanya. Dengan adanya Perda No 11/2005 tentang pelayanan publik akan mendorong PNS memberikan pelayanan pada masyarakat secara maksimal. Karena, pelayanan yang diberikan instansi pemerintah mempunyai standar minimal yang ditentukan oleh instansi dengan masyarakat sebagai penikmat pelayanan. Selain itu, Komisi Pelayanan Publik dibentuk untuk mengawasi pelayanan yang diberikan oleh instansi pemerintah kepada masyarakat. “KPP ini sifatnya independen,†ujarnya. Menurut Made, kurang optimalnya pelayanan yang diberikan oleh pemerintah juga dipengaruhi oleh distribusi SDM yang kurang merata, sehingga terdapat pos yang membutuhkan tenaga tertentu tidak terpenuhi. Ia mencontohkan, jika ada instansi membutuhkan pegawai dengan spesifikasi akutansi tetapi SDM-nya tidak terpenuhi akhirnya diberikan pegawai yang bukan dari akutansi. “Memang, pekerjaannya bisa berjalan, tetapi apakah bisa maksimal ?,†tuturnya. ( JNR, Esha )