News Room, Kamis ( 31/12 ) Salah satu Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Sumenep kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Kelompok Tani Suka Maju Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep yang mewakili Propinsi Jawa Timur menerima penghargaan Adi Karya Pangan Nusantara (APN) 2015, kategori pelaku pembangunan ketahanan pangan tingkat Nasional tahun 2015.
Dan penghargaannya yang diserahkan langsung kepada Ketua Kelompok Tani Suka Maju, Ahmad Zaini, oleh Presiden RI. Ir. Joko Widodo kepada Ketua di Istana Negara, Senin (27/12) lalu.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, mengakui Kelompok Tani Suka Maju selama ini telah mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan produktifitas pangan, khususnya di Sumenep, sehingga mampu mengharumkan Sumenep dan Jawa Timur ke tingkat nasional.
“Diharapkan apa yang telah diraih Poktan Suka Maju dapat terus dikembangkan dan bisa menjadi support bagi Poktan lainnya di Sumenep,”ungkapnya.
Sementara Ketua Poktan Suka Maju, Ahmad Zaini, mengungkapkan, upaya yang dilakukan para anggota Poktan Suka Maju, yakni mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan secara mandiri. Bahkan, dalam melaksanakan rakitan inovasi teknologi baru yang berhasil dilakukan para anggotanya, juga tidak lepas dengan konsultasi terhadap Penyuluh Pertanian sebagai mitra konsultasi agribisnis.
“Sebab, kewajiban untuk mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, karena pembangunan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, maka pemerintah bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mewujudkannya,”ungkapnya.
Dijelaskan, kegiatan penggunaan rekayasa inovasi teknologi baru yang dilakukan bersama Penyuluh Pertanian, guna peningkatan produksi pangan berkelanjutan, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan para anggotanya, seperti sistem pengairan basah kering (terputus–putus), SRI, Jajar Legowo, Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Secara Terpadu, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik, penggunaan Mikro Organisme Lokal sebagai pembedah tanah dan pestisida nabati.
Disamping itu juga menggunakan rakitan inovasi teknologi motor penggerak pompa air yang semula menggunakan premium dan solar, diganti dengan Gas LPJ, sehingga lebih efisien Rp. 5.500,00 sampai Rp 6.825,00 per-jam untuk pompa air 2,5 hingga 4 dim.
“Untuk mendukung kesejahteraan para anggota, kami juga mengelola unit usaha keuangan mikro (simpan pinjam), pemasaran hasil semua produk yang dihasilkan oleh anggotanya, kelompok penakar benih, dan usaha kemitraan dengan stakeholder dalam kegiatan agribisnis,”tambahnya. ( Ren, Esha )