Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-10-2011
  • 427 Kali

Polisi Sumenep Baru Ungkap 3 Kasus Curanmor

News Room, Senin (10/10) Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Sumenep selama tiga bulan, sejak Juli-September 2011, mencapai 21 kasus. Hanya saja, kepolisian resor (polres) setempat, baru bisa mengungkap tiga kasus dengan enam tersangka. Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto menjelaskan, minimnya pengungkapan kasus curanmor ini, diantaranya dikarenakan lambatnya korban melaporkan kejadian pencurian itu pada aparat kepolisian. “Ini faktor utama polisi kesulitan mengusut kasus tersebut. Terkadang korban itu melapor setelah dua-tiga hari setelah kejadian. Sehingga pelaku sulit terdeteksi. Sesuai data laporan, jarang ada korban yang melapor kehilangan ranmor sesaat setelah kejadian,” katanya. Edy mengemukakan, selain itu, kendala pengungkapan kasus curanmor ini akibat saksi minim, dan keterbatasan personel. “Kami akui personel dilapangan itu sangat terbatas, ditambah saksi minim. Kebanyakan warga mengaku tidak tahu saat ditanya soal kejadian curanmor tersebut,” terangnya.Meski demikian, menurut Edy, pihaknya akan terus berupaya mengungkap kasus curanmor, minimal 50 persen. “Tentunya dengan bantuan dari masyarakat Sumenep. Kami selalu meningkatkan komunikasi dengan warga, agar mereka bersedia memberikan keterangan kalau mengetahui adanya aksi curanmor, mengingat saksi dilapangan begitu susah,” ungkapnya. 21 kasus curanmor tersebut, sebagian besar terjadi diwilayah Kecamatan Kota Sumenep. “Berdasarkan data, rata-rata curanmor terjadi di taman adipura, Kecamatan Kota Sumenep. Makanya, penjagaan seputaran daerah tersebut, yang memang menjadi pusat keramaian warga Sumenep diperketat,” pungkasnya. ( Nita, y02k )