Satpol PP Kabupaten Sumenep :1.Semarang : Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang ( AKBP Lilik Purwanto ) sekitar pukul 08.00 wib (14/3) tewas ditembak anak buahnya sendiri ( Briptu Hance, anggota unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polwiltabes Semarang ) di ruang dinas, penembakan diduga dilatarbelakangi kejengkelan Briptu Hance karena mutasi dirinya ke Polres Kendal. Briptu Hance sendiri akhirnya tewas sekitar pukul 08.30 wib setelah Satuan Resmob Polda Jateng dibantu Resmob Polwiltabes Semarang mengepung ruangan AKBP Lilik Purwanto dan menembak mati Briptu Hance dengan senjata M-16. 2.Bangkalan : Briptu Rifa’i salah serorang petugas di Mapolres Bangkalan, ditemukan tewas. Ia diduga bunuh diri, setelah membunuh empat orang di Desa Tonjung, Kecamatan Borne, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. "Motif bunuh diri dan pembunuhan itu diduga akibat cemburu. Pasalnya, salah satu korban adalah teman selingkuhan istri Briptu Rifa’i," ungkap Kepala Polres Bangkalan AKBP Moh.Khosim, Jumat (9/3) membenarkan kasus yang terjadi, Kamis (8/3) sekitar pukul 19.00 WIB itu, merupakan kasus lama yang sudah berupaya diatasi sebelumnya. Ia menuturkan, pada tahun 2006 lalu, Briptu Rifa’i sudah minta ke atasan untuk dimutasi ke daerah lain, karena ingin menjaga keutuhan rumah tangganya. Terkait ada dugaan isterinya selingkuh dengan salah seorang teman sekantornya di Pemkab Bangkalan. "Sebenarnya proses mutasi sedang berlangsung," jelasnya.Ia menuturkan, dari laporan beberapa saksi mata, Rifa’i yang bertugas di Jembatan Suramadu memasang mata-mata untuk menjaga rumahnya, terutama mengawasi tingkah laku istrinya. Rupanya, mata-mata itu mengirim kabar bahwa teman selingkuh istrinya sedang ada di rumah, maka terjadilah peristiwa tersebut.Empat korban tersebut, adalah Wiwid (istri), Satrio (teman Wiwid yang diduga selingkuhannya), Asma (ibunya Wiwid/mertua Rifa’i) dan Pujianto (teman Satrio). 3.Bandung : Anggota Unit Reserse dan Narkoba Polda Jabar, Brigadir Sofyan, secara tidak sengaja tewas tertembak senjatanya sendiri di ruang kerjanya, Kepolisian Daerah Jawa Barat, Senin (12/3). Korban tewas dengan luka tembak di leher sebelah kiri.Menurut Kepala Polda Jabar Inspektur Jendral Sunarko Dhanu Ardanto, hal ini terjadi sekitar pukul 09.30. Kala itu, korban yang hendak memeriksa isi senjata tidak meyadari cara kerja senjata yang dipegangnya. Ketika hendak diperiksa ternyata senjata menyalak dan mengenai leher kiri sehingga korban tewas seketika.Jenazah korban langsung di kebumikan di pemakaman umum dekat kediaman korban Kawaluyaan, Kecamatan Kiaracondong pukul 14.00 dengan upacara kemiliteran.