News Room, Sabtu ( 05/05 ) Seorang warga Dusun Sumur Konce, Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Alwan (50) yang diduga sebagai penadah sapi hasil curian, tewas dibakar hidup-hidup oleh massa, pada Jumat (04/05) malam. Kemarahan warga terhadap Alwan itu dipicu dengan ditemukannya 5 ekor sapi di kandang miliknya, yang diduga hasil curian. Usai membakar Alwan hidup-hidup, massa bergerak ke rumah Nur Barri, warga Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, yang diduga sebagai komplotan pelaku pencurian sapi. Namun sesampai di rumah Nur Barri, massa kecewa, karena yang besangkutan didapati tidak ada di rumahnya. Massa yang sudah dikuasi emosi langsung membakar 3 rumah dan kandang sapi milik Nur Barri. Pasca kejadian tersebut, Polres Sumenep menyiagakan 30 personel atau setingkat satu pleton, dimasing-masing lokasi baik dirumah Alwan maupun Nur Barri. “Kami sengaja siagakan anggota tidak terlaku banyak didua lokasi itu, agar tidak memancing emosi warga. Tapi, warga setempat sudah mau menjalin kerjasama baik dengan polisi, untuk melaporkan perkembangan sekecil apapun,”kata Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, Sabtu (05/05). Kapolres mengungkapkan, pengejaran terhadap Nur Barri terus dilakukan, sambil menyelidiki kasus pembakaran korban Alwan, oleh massa. “Bagaimanapun juga, kami tetap mengungkap kasus pembakaran dengan korban Alwan. Awalnya kami akan mengotopsi jenazah, tapi kerluarga korban tidak mau, jadi hanya visum luar saja. Untuk Nur Barri, masih dilakukan pengejaran,”terangnya. Dari 2 lokasi kejadian, kata Kapolres, polisi mengamankan 2 ekor sapi, yang sekarang berada di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumenep. “Sapi-sapi yang diduga hasil curian itu masih ada di Polres Sumenep, sebagai barang bukti,”ungkapnya. ( Nita, Esha )