Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-02-2013
  • 2121 Kali

Polres Sumenep Amankan Istri Pemotong Alat Kemaluan Suami

News Room, Jum’at ( 22/02 ) Aparat Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, akhirnya mengamankan MRS (33), selaku pelaku pemotong alat kemaluan HR (38), warga Dusun Langsar Laok, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Pelaku itu merupakan istri dari korban sendiri. Kabag Operasional Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto menjelaskan, kasus tersebut ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. “Dalam pemeriksaan, MRS mengaku nekat memotong kemaluan suaminya, karena terbakar emosi mendengar suaminya selingkuh (punya hubungan khusus) dengan wanita lain,”kata Edy, Jum’at (22/02). Pelaku nekat memotong alat vital suaminya menggunakan arit, disaat suaminya tengah tidur di ruang tamu. “Saat ini arit sudah kami amankan sebagai barang bukti. Sedangkan potongan alat vital korban tidak ditemukan. Bahkan si isteri korban yang memotong kemaluan korban ini waktu kami tanyakan dimana potongan kemaluan korban, juga mengaku tidak tahu dan tidak ingat, terangnya. Edy mengungkapkan, pihaknya masih terus memeriksa beberapa saksi lain, untuk mengungkap kasus tersebut. “Perbuatan pelaku terancam dijerat Undang-Undang KDRT Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 44 (2) dan (1). Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara,”ungkapnya. Sebelumnya, MRS (33), warga Dusun Langsar Laok, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, nekat memotong alat kemaluan suaminya, HR (38) hingga tinggal 2 cm, karena terbakar cemburu. MRS menduga suaminya sudah melakukan perselingkuhan dengan wanita lain. Sampai saat ini HR masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Menurut keterangan Direktur rumah sakit tersebut, dr. H. Fitril Akbar, M.Kes alat vital korban sebenarnya masih bisa disambung, asalkan potongannya bisa ditemukan kurang dari 6 jam sejak terpotong. Meski demikian, alat vital korban masih bisa berfungsi untuk buang air kecil, namun akan kesulitan untuk melakukan “penetrasi” karena hanya tinggal 2 centi meter. Sedangkan produksi sperma diyakini tidak ada persoalan. ( Nita, Esha )