News Room, Kamis (29/09) Polres Sumenep, makin menggencarkan razia bagi penumpang kapal menuju wilayah kepulauan setempat, guna mempersempit ruang gerak teroris. Sayangnya, razia yang dilakukan aparat kepolisian bersenjata lengkap, pada Kamis (29/09) pagi, terhadap penumpang kapal cepat express Bahari, jurusan Kalianget-Kangean, Kabupaten Sumenep, tidak membuahkan hasil. Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto menjelaskan, pasca kejadian bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah pada Minggu (25/9) kemarin, seluruh wilayah di Sumenep, baik daratan maupun kepulauan dipantau secara khusus. “Tiap hari, petugas kepolisian Sumenep, melaksanakan kewaspadaan itu, mulai meningkatkan razia bagi penumpang kapal di Pelabuhan Kalianget, maupun di terminal Arya Wiraraja. Semua kami antisipasi demi mempersempit ruang gerak teroris masuk ke wilayah Sumenep,” kata Edy, pada wartawan di Polres Sumenep, Kamis (29/09). Untuk kegiatan di Kepulauan, kata Edy, tidak jauh berbeda dengan didaratan, yakni setiap petugas kepolisian sektor (Polsek) di pulau selalu melakukan sweeping bagi penumpang kapal yang datang maupun berangkat. “Kami antisipasi keseluruhan wilayah di Sumenep. Bahkan, kami sudah menerjunkan tim khusus, guna memantau situasi baik di daratan maupun kepulauan Sumenep. Ditambah personel intel yang sudah kami sebar dilokasi tertentu, dalam posisi bergerak memantau situasi,” terangnya. Edy juga mengemukakan, selain didaratan, pemantaun diwilayah perairan Sumenep, sudah dilakukan dengan menerjunkan personel polair. “Hasil pantauan sementara, belum ditemukan seseorang dengan geliat mencurigakan. Wilayah Sumenep, masih aman. Meski demikian, kami tetap meningkatkan kewaspadaan,” ungkapnya. Oleh karena itu, Edy meminta pada masyarakat Sumenep, agar ikut membantu menjaga keamanan. “Setiap warga asing yang baru masuk ke daerah tertentu, kami minta masyarakat supaya mengecek kartu tanda penduduk (KTP) atau melaporkannya pada perangkat desa setempat. Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya menambahkan. Menurut Edy, KTP merupakan identitas termudah yang bisa mengenali seseorang. “Pada razia penumpang kapal di Pelabuhan Kalianget, Selasa (27/09) kemarin, kami sempat mengamankan dua orang, karena tidak mengantongi KTP,” pungkasnya. ( Nita, y02k )