News Room, Sabtu ( 28/07 ) Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, mengirim 22 personel ke Pulau Gua-gua, Kecamatan Raas, untuk membantu evakuasi 58 imigran gelap asal Irak dan Iran. Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edi Purwanto menjelaskan, evakuasi para imigran sedikit tersendat, karena gelombang di Perairan Raas cukup tinggi disertai angin kencang. Puluhan personel itu berangkat Sabtu (28/07) pagi, melalui pelabuhan Dungkek. “Dan, sekitar pukul 13.30 WIB, siang tadi, anggota sudah tiba di Pelabuhan Raas. Selanjutnya, langsung menuju Pulau Gua-gua, guna mengevakuasi 58 imigran dan 3 ABK,” kata Edi, di Polres Sumenep, Sabtu (28/07). Untuk proses evakuasi, kata Edi, melihat situasi. Jika memungkinkan cuaca laut normal akan langsung dievakuasi. “Kemungkinan besar para imigran dan ABK itu, akan dibawa ke Pelabuhan Kalianget. Baru kemudian dikirim ke kantor Imigrasi di Surabaya,”terangnya. Edi mengungkapkan, saat ini, 58 imigran terdiri dari 40 laki-laki, 13 perempuan, dan 5 anak-anak, beserta 3 ABK asal Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berada di rumah perangkat desa Gua-gua. “Sedangkan nahkoda kapal pengangkut imigran tersebut, sampai sekarang masih belum diketahui,”ungkapnya. Sebelumnya, 58 imigran gelap asal Irak dan Iran, Rabu (25/07) malam, terdampar di Pulau Gua-gua, Kecamatan Raas, karena kapal kayu pengangkut mengalami kerusakan mesin. Puluhan Imigran bersama 3 ABK berhasil diselamatkan oleh warga setempat. Sementara, kapal kayu pengangkut ditemukan kandas 1 kilometer dari terdamparnya imigran, pada Kamis (26/07) pagi. Sedangkan, nahkoda masih belum diketahui keberadaannya. Untuk mengevakuasi para imigran, Polres Sumenep mendatangkan Kapal Badan SAR Nasional (Basarnas), namun tidak berhasil menjangkau Pulau Gua-gua, karena dihadang gelombang tinggi. ( Nita, Esha )