Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-08-2008
  • 1779 Kali

Pramuka perlu kualitas fisik dan mental yang kuat

News Room, Kamis ( 14/08 ) Dalam upaya menumbuh kembangkan kiprah dan peranan Pramuka di dalam pembangunan, diharapkan lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan dan pengabdiannya. Sebab, Pramuka sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, memiliki andil yang sangat besar tehadap keberhasilan pembangunan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, KH.Moh.Romdlan Siraj, SE,MM ketika memberikan sambutan sebagai Pembina Upacara Hari Pramuka ke 47 di Bumi Perkemahan Spakat Desa Lenteng Timur Kec. Lenteng Sumenep, Kamis (14/08). Menurut KH.Ramdlan yang juga selaku Ketua Mabicab Pramuka Sumenep ini, anggota Pramuka harus memiliki kualitas fisik dan mental yang kuat untuk menciptakan agen-agen pembangunan yang profesional dan memiliki keterampilan serta kemampuan yang tinggi dam mewujudnya keberhasilan pembangunan. “Pendidikan serta pelatihan dan kegiatan Pramuka perlu terus di tingkatkan dan disempurnakan pengelolaan, sistem dan mutunya agar dapat membina generasi muda menjadi kader pembangunan dan kader bangsa.” Ujar Pemimpin Sumenep tersebut. Disamping itu. Bupati mengaskan Pramuka dituntut menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda saat ini senantiasa memotivasi dirinya dalam mengembangkan bakat dan memperkuat rasa tanggung jawab dengan memperluas kesempatan untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan dari semua lini. Sementara Ketua Kwarcab Sumenep, Drs.H.Hasan Mudhari,MM mengakui jika Pramuka sangat diharapkan perannya di tengah-tengah masyarakat. Sebab selama ini pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka sudah dapat dilihat kiprah dan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, menurut H.Hasan Mudhari, kegiatan yang mengandung nilai tantangan dan pendidikan yang menyenangkan ini, sangat diminati oleh generasi muda, hanya saja kendala dengan terbatanya pendanaan. “Saya sudah bersyukur Pemkab Sumenep melalui Dinas Pendidikan Sumenep, telah mengalokasikan anggaran untuk Pramuka sebesar Rp.35 juta. Meski kita akui itu masih belum dapat mencukupi kegiatan Pramuka selama setahun.” Ujar Hasan Mudhari Dikarenakan untuk membiayai Kegiatan Peserta didik ke tingkat Jawa Timur dan Nasional, seperti Jambore, Raimuna dan sebagaianaya, dalam sekali berangkat membutuhkan biaya puluhan juta, sedangkan setahun Kwarcab mengirim 4 hingga 5 kali delegasinya belum kegiatan di Kwarcab Sumenep sendiri dan Kwarran. Sambil menunggu anggaran keuangan yang belum turun, para pengurus mencari dana talangan, agar kegiatan Hari Pramuka ke 47 tetap terleksana meski dengan penuh kesederhanaan. Hasan berharap di tahun mendatang akan ada perhatian baik dari eksekutif dan legeslatif untuk mengalokasikan anggaran bagi Pramuka.(Ren,Gun)