Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-07-2013
  • 445 Kali

Produksi Garam Rakyat Tahun Ini Diprediksi Turun 30 Persen

News Room, Senin ( 15/07 ) Produksi garam rakyat di Sumenep tahun ini diprediksi turun 30 hingga 40 persen dibanding tahun lalu. Penurunan produksi tersebut akibat musim hujan berkepanjangan. Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Peras), Hasan Basri menjelaskan, sampai saat ini petani garam belum ada yang berani memproduksi garam. Hal itu dikarenakan masih tingginya curah hujan, dan diperkirakan tahun ini merupakan musim kemarau basah. “Cuaca sekarang tidak menentu. Terkadang panas, tapi tiba-tiba turun hujan. Kondisi inilah yang membuat petani garam enggan memulai produksi garam,” katanya. Menurut Hasan, melihat musim yang tidak stabil seperti sekarang ini, diperkirakan akan terjadi penurunan produksi garam. Biasanya memasuki bulan 7, sebagian petani sudah mulai panen garam. “Sekarang ini sudah pertengahan bulan 6, belum ada yang berani produksi garam. Jadi musim tanam garam jelas mundur jauh dibanding tahun lalu,"terangnya. Ia mengungkapkan, sebenarnya ada petani yang mencoba memproduksi garam, namun belum tiga hari hujan turun terus menerus selama sepekan. “Akibatnya para petani memilih untuk menunda upaya produksi garam, menunggu hingga cuaca benar-benar stabil. Kalau dipaksakan produksi, percuma juga. Daripada membuang-buang biaya untuk produksi tetapi gagal, kan lebih baik menunggu saja dulu,”ujarnya. Luas lahan garam rakyat di Sumenep sekitar 1.850 hektar, yang tersebar di Kecamatan Kalianget, Saronggi, Pragaan, Giligenting, dan Dungkek. Tahun lalu, total produksi garam rakyat Sumenep sekitar 180.000 ton. Hasan menambahkan, penurunan produksi garam tersebut akan mampu tertutupi, jika ada bantuan geomembran pada para petani garam rakyat. “Penggunaan geomembran ini kan mampu mendongkrak produksi garam. Kami mendengar, tahun ini akan ada bantuan geomembran dari Pemerintah pusat. Mudah-mudahan saja segera terealisasi, sehinnga penurunan produksi garam tahun ini bisa tertutupi,”ungkapnya. Sampai saat ini stok garam rakyat di petani yang belum terbeli, sekitar 40.000 hingga 50.000 ton. Hal itu disebabkan perusahaan-perusahaan garam di Madura, seperti PT. Garam, Budiono, dan Garindo, tidak lagi melakukan pembelian garam. ( Nita, Esha )