Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-09-2015
  • 1129 Kali

Profil Said Bani, Pimpinan Majelis Ta lim Al-Khairat Sumenep

News Room, Rabu ( 16/09 ) Sosok Ustadz Said Bani merupakan sudah tidak asing bagi masyarakat Sumenep. Kiprahnya di dunia enterpreneurship dan aktivitas keagaaman sudah memiliki jam terbang tinggi.

Namun, kini aktivitasnya lebih banyak diisi dengan ta lim. Setiap Senin sore rumahnya selalu dipadati jamaah dari berbagai kalangan dan usia hanya untuk menenggelamkan diri bersama-sama dalam lautan dzikir dan kajian agama.

Ya, Ustadz Said adalah pengasuh salah satu Majelis Ta lim di Sumenep. Lebih tepatnya, ia merupakan pengasuh atau pimpinan Majelis Ta lim Al-Khairat di Sumenep.

Tak hanya itu, Ustadz Said juga sekaligus perintis pertama kali Majelis Ta lim ini di Sumenep. "Sekitar tahun 2003, saya membentuk Majelis Ta lim Al-Khairat,"kata ayah 4 anak ini pada News Room.

Keinginan membentuk majelis dzikir datang setelah dirinya kembali ke Sumenep, setelah bertahun-tahun di luar Madura. Perantauan terakhirnya di Kota Jakarta.

Setelah itu, sekitar tahun 1993 saat dirinya kembali pulang, Ustadz Said terjun ke dunia usaha atau bisnis. "Agak lama juga. Pernah juga di usaha mebel dan lain sebagainya. Itu berlangsung sekitar 10 tahunan,"kata pria kelahiran Sumenep, 1956 ini.

Setelah satu dasawarsa itu berlalu, Ustadz Said meninggalkan aktivitas niaganya. Ia kemudian beralih dan fokus dengan Majelis Ta lim Al-Khairat yang dibentuknya.

Disamping itu, tak berapa lama kemudian dirinya juga sempat mendirikan sebuah yayasan, dan berencana membuka lembaga pendidikan formal. Namun sayang, yayasan yang dibentuknya itu tidak berjalan maksimal.

"Akhirnya fokus pada Majelis Ta lim saja. Saya menghilangkan semua ambisi untuk membentuk ini itu. Saya kira hidup itu memang harus dijalani apa adanya. Yang penting apa yang kita lakukan kini bermanfaat bagi banyak orang,"tambahnya.

Ketika ditanya alasan mendirikan Majelis Ta lim ini, pria yang murah senyum ini mengaku tak punya alasan spesial. Hal itu disebutnya terjadi secara spontanitas.

"Jadi tidak ada dorongan dari seseorang atau pihak tertentu. Hal itu seperti terjadi begitu saja. Tentu saja keinginan itu didasari oleh beramal untuk kebaikan dan menanamkan kecintaan pada dzikir,"akunya.

Majelis Ta lim Al-Khairat Sumenep yang dibentuk Ustadz Said secara historis memang tak bisa dilepaskan dengan Yayasan Al-Khairat yang didirikan seorang ulama besar Hadhramaut yang tinggal di Sulawesi, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri.

Namun, secara struktural, Majelis Ta lim yang didirikan Ustadz Said ini tidak memiliki keterkaitan. "Memang sengaja kita bentuk secara mandiri. Jadi, tidak ada ketergantungan. Seperti aliran dana bantuan dan sebagainya,"kata Ustadz Said.

Meski begitu, Ustadz Said mengaku tetap terus berkomunikasi dengan tokoh-tokoh Al-Khairat di luar Sumenep. Bahkan, ketika ada kegiatan di luar, dirinya juga tetap berpartisipasi dan menjalin silaturrahim dengan tokoh-tokoh organisasi keagamaan yang didirikan kakek dari Dr. Salim Segaf Al-Jufri itu.

"Jadi kita hanya tidak memiliki garis koordinasi seperti lembaga yang memiliki pusat dan akar secara struktural. Namun, hal itu jelas tidak menghilangkan kesatuan tujuan dari dibentuknya lembaga Al-Khairat ini,"tutupnya. ( Farhan, Esha )