News Room, Senin ( 24/03 ) Program pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep, mendapat perhatian utama. Terbukti, di tahun 2014 ini Pemerintah Kabupaten Sumenep menganggarkan dana tidak sedikit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep. Anggaran yang cukup signifikan bagi pelayanan kesehatan tersebut hingga mencapai Rp. 17 milyar lebih, khusus untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Sumenep. Padahal tahun sebelumnya anggarannya hanya Rp. 5,6 milyar. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si kembali berharap, dengan program tersebut pelayanan kesehatan di Puskesmas batul-betul gratis, karena tidak lagi ada pungutan apapun. Karena itu, kepada seluruh petugas kesehatan yang ada di sejumlah Puskesmas dan di Desa, agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Kami harapkan peningkatan pelayanan, dengan adanya peningkatan anggaran tersebut harus diimbangi pula dengan pelayanan kepada masyarakat,”tegasnya. Yakni, memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan kemudahan dan pelayanan yang ramah, sehingga di tahun 2014 ini tidak ada lagi keluhan masyarakat di Puskesmas, karena tidak ada obat dan pelayanan di Puskesmas betul-betul gratis. Dijelaskan, peningkatan anggaran tahun ini memang sangat signifikan, hal itu merupakan langkah positif untuk memenuhi obat-obatan di Puskesmas, agar pasien benar-benar gratis ketika berobat di Puskesmas. Salah satu capaian prestasi di bidang kesehatan di Kabupaten Sumenep juga dengan adanya capaian penurunan angka kematian bayi dan ibu dari angka kematian bayi 75 kasus di tahun 2012, di tahun 2013 menurun menjadi 57 kasus, dan mudah-mudahan di tahun 2015 menurun bisa hanya 11 kasus. “Mudah-mudahan dengan mendukung program kesehatan, angka kematian ibu yang di tahun lalu ada 10 kasus, tahun ini bisa menurun,”tambahnya. ( Ren, Esha )