Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-11-2006
  • 555 Kali

PROGRAM BTB PENGGANTI BLT DI JATIM DISOSIALISASIKAN

Sumenep-Kominfo News Room : Program Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2007 sebagai pengganti Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Jawa Timur disosialisasikan kepada masyarakat. Kepala Seksi Advokasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Jatim, Dra. Lina Herlina di Kantornya, Senin (27/11) mengatakan, sosialisasi BTB di Jawa Timur sudah dilakukan oleh Bapenas melalui Bapeprop dan kemudian ditindaklanjuti sampai ke tingkat Kabupaten/Kota. Menurutnya, pada tahun anggaran 2007, pelaksanaan BTB di Jatim dan beberapa Propinsi lainnya masih dalam tahapan uji coba. “Jika saat uji coba BTB terlaksana sesuai dengan rencana. Maka program ini akan dilaksanakan secara bertahap pada setiap tahun anggaran,” ujarnya. Pelaksanaan BTB di Jatim rencananya hanya akan dilakukan pada 21 kabupaten/kota yang saat ini masih dalam tahapan penunjukan. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran APBN yang dialokasikan pemerintah pada program itu. Penerimaan BTB hanya akan diberikan bagi masyarakat yang memiliki beberapa kualifikasi tertentu yang telah ditetapkan pemerintah melalui Departemen Sosial. Beberapa persyaratan yang harus dimiliki masyarakat untuk bisa mendapatkan BTB di antaranya, rumah tangga yang miskin kronis rentan terhadap guncangan masalah, penerima harus mensekolahkan anaknya, harus memeriksakan kesehatannya pada Puskesmas terdekat, harus memperhatikan kecukupan gizi keluarga dan anak serta lainnya. “Pelaksanaan program BTB akan dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa instansi lainnya meliputi Dinas P dan K, Dinkes, dan Dinsos,” imbuhnya. Penerima BTB kemungkinan tidak diberikan pada masyarakat yang semula telah menerima BLT. Ini disebabkan, selain adanya keterbatasan dana juga berbagai persyaratan yang cukup rumit yang disesuaikan kondisi penerima. “BTB akan diberikan pada setiap tiga bulan sekali pada rumahtangga miskin,” ungkapnya. Ia mengakui, kekhawatiran program BTB yakni munculnya gejolak dimasyarakat akibat kurang meratanya pembagian pada program ini adalah terus menjadi pembahasan di pemerintahan. Untuk mengatasi itu semua, pihaknya terus berupaya akan melakukan sosialisasi pada masyarakat sampai pada tingkat bawah. Jika pada program BLT banyak terdapat gejolak di masyaraakat, dikarenakan program dilaksanakan secara cepat dalam waktu yang sangat singkat. Untuk BTB, pihaknya dan beberapa instansi lainnya akan melakukan secara cermat dan teliti sekaligus tepat sasaran. ( JNR, Esha )