Sumenep Kominfo News Room : Asisten Keuangan dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, MM mengatakan, angka pengangguran di Kabupaten Sumenep, khususnya yang berlatar belakang pendidikan SMA cukup banyak, yakni mencapai 10.000 orang lebih. Oleh karenya, Program Pemanduan dan Bimbingan Usaha Mandiri tidak hanya mampu melahirkan embrio lapangan kerja baru, tetapi harus jeli dalam mencermati peluang pasar. Apalagi menurut H. Djasmo, dalam acara pembukaan Pemanduan dan Bimbingan Usaha Mandiri terhadap tenaga kerja mandiri dan pendidik angkatan IV di Hotel Safari Jaya Sumenep, pola makan di beberapa daerah telah terjadi pergeseran, seperti masyarakat di Jakarta telah terjadi pergeseran pola makannya, dimana pola makan mereka lebih cendrung mengkomsumsi beras jagung. Ir. H. Djasmo menuturkan, untuk merebut peluang pasar itu semua persyaratan harus dipenuhi, terutama rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan persyaratan yang lain. Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Drs. H. Madani, M.Si menambahkan, pemaduan dan bimbingan usaha mandiri ini bertujuan agar jiwa wirusaha di Sumenep tidak lagi becorak tradisional, sehingga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Acara pelatihan ini akan berlangsung sejak tangal 17 hingga 31 Juli mendatang dan pesertanya berasal dari Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Rubaru dan Arjasa. ( Yasik, Esha )