News Room, Selasa ( 10/05 ) Program Pengurangan Pekerja Anak dalam menunjang Program Keluarga Harapan (PPA-PKH), yang dilaksanakan di Kabupaten Kabupaten Sumenep melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep dilaksanakan di 7 lokasi, seperti di Kecamatan Rubaru, Bluto, Ganding, Sapeken, Raas, Kangean, dan Giligenting.
Pelaksanaan program PPA-PKH dilaksanakan selama 25 hari yang dimulai sejak 07 hingga 31 Mei 2016.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pelatihan Disnakertrans Kabupaten Sumenep, Bambang Puji Ismanto, SH kepada News Room, Selasa (10/05) menjelaskan, program PPA-PKH yang dilaksanakan setiap tahun merupakan komitmen pemerintah dalam memberi perlindungan kepada anak bangsa yang putus sekolah, agar tetap mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya.
“Karena itu, melalui program pendampingan ini diharapkan anak-anak bisa terselamatkan, agar tidak sampai putus sekolah dan bukan waktunya untuk bekerja,”ungkapnya.
Diakui Bambang, jika anak harus mendapatkan kesempatan meraih haknya untuk bermain, mendapat kasih sayang, maupun kesempatan mendapatkan akses pendidikan dengan baik. Sebab, mereka merupakan aset bangsa dimasa mendatang.
Karena itu tegas Bambang, pihaknya berharap seluruh instansi terkait lainnya di Sumenep dapat mendukung dan membantu menyukseskan program pengurangan pekerja anak ini. Sebab, faktor dominan penyebab anak putus sekolah karena faktor kemiskinan.
“Karena kondisi keluarganya miskin dan tidak memungkinkan untuk membiayai kehidupan anak, terpaksa anak harus bekerja,”ungkapnya.
Sementara itu, program PPA-PKH tahun 2016 ini dilakukan kepada 147 anak pada 7 shelter masing-masing, 21 anak didampingi 3 pendamping, dan 1 orang tutor. ( Ren, Esha )