News Room, Selasa ( 24/03 ) Pelaksanaan puncak Rokat Tasek atau yang sering disebut Petik Laut di Pantai Bintaro, Desa Longos, Kecamatan Gapura, pada Senin (23/03) sore kemarin, memakan korban jiwa. Seorang nelayan, Abdullah (52) warga Sotabar, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan yang hendak melaksanakan Rokat Tasek tewas kesetrum aliran listrik 200 meter dari bibir Pantai Bintaro. Saat itu, korban hendak menjemur sarung miliknya, namun kawat kecil di sekitar bibir pantai yang digunakan tempat jemuran, ternyata, beraliran listrik. Kepala Desa Longos, Ahmad Mas'ud menerangkan, tewasnya seorang nelayan yang akan ikut Rokat Tasek itu murni kecelakaan sendiri dan tidak ada unsur kesengajaan. “Korban tewas karena tersengat aliran listrik,â€Âterang Mas'odah kepada wartawan di lokasi. Meski menelan korban jiwa, pelaksaan puncak acara Rokat Tasek tersebut, dalam prosesi pembuangan perahu kecil yang di dalamnya berisi sesaji, seperti beras, pisang, ayam hidup, kelapa dan bunga 7 warna tetap berlangsung hidmat. Bahkan, ratusan warga nelayan ikut dalam larung sesaji tersebut. Mas’ud menjelaskan, larung sejaji itu dimaksudkan untuk tolak balak atau muang sangkal (membuang hal-hal yang buruk). “Konon, warga Pesisir Bintaro sudah ratusan tahun yang menggelar Rokat Tasek. Tujuannya, mengusir raja ikan bernama Minah,â€Âkatanya. Kehadiran raja ikan itu kata dia, diangap membahayakan nelayan, selain ikan-ikan kecil habis dimakan raja ikan, juga seringkali memakan korban jiwa, sehingga dengan menggelar Rokat Tasek, warga nelayan setempat diberi keselamatan dan hasil tangkapan ikan membawa berkah dan mencukupi kehidupannya sepanjang tahun. “Kami akan tetap mempertahankan tradisi Rokat Tasek atau Petik Laut ini, untuk menjaga keselamatan dan mempermudah nelayan setempat menangkap ikan di laut,†tegasnya. ( Nita, Esha )