News Room, Selasa ( 29/04 ) Meskipun instansi terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP sudah menggalakkan operasi untuk membersihkan wilayah Sumenep dari maksiat, tapi tetap saja prostitusi marak berkembang di Bumi Sumekar ini. Anggota DPRD Sumenep, Sitrul Arsyi Musa’ie, S.Ag mengaku, jika akhir-akhir ini dirinya sering menerima laporan dari masyarakat tentang adanya suatu tempat yang dijadikan prostitusi. Ironisnya lagi, tempat yang ditengarai dijadikan prostitusi, selain hotel ada juga dirumah-rumah penduduk dan kost-kostan. “Saya berharap kepada instansi terkait, agar secepatnya bertindak tegas melakukan operasi di tempat-tempat yang ditengarai dijadikan tempat pesta esek-esek tersebut. Sebab, akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat Sumenep,†terangnya. Sitrul A. Musa’ie menerangkan, sesuai dengan laporan yang diterimanya, pelaku esek-esek itu sudah merajarela, mulai pelajar hingga pejabat, tapi dirinya belum bisa memberikan bukti konkrit. karena, tempat yang dijadikan transaksi esek-esek itu selalu berpindah-pindah. Hal senada juga dilontarkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sumenep, Drs. KH. Moh. Safaraji. Ia mengatakan, selama ini pihaknya juga sudah mencium adanya prostitusi di Sumenep, namun pihaknya merasa kesulitan untuk membuktikannya. “Dalam waktu dekat ini, saya akan melakukan tatap muka dengan semua pemilik hotel di Sumenep, untuk memberikan pemahaman mengenai prostitusi,†ujarnya. KH. Safraji juga meminta kepada masyarakat Sumenep, supaya mendukung langkah MUI dalam membersihkan Sumenep dari maksiat. Sebab, perbuatan maksiat itu jelas-jelas sudah dilarang dalam agama Islam. ( Nita, Esha )