News Room, Rabu ( 25/04 ) Proyeksi areal tanaman tembakau Kabupaten Sumenep musim tanam (MT) tahun 2012 dipastikan menurun dibandingkan musim tanam tahun 2011 sebesar 8,84 persen. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Drs. Nasah Bandy, M.Si, Rabu (25/04) mengatakan, berdasarkan surat Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur tertanggal 19 April 2012, proyeksi areal tanam tembakau Kabupaten Sumenep tahun 2012 seluas 20.358 hektar, sedangkan ploting areal tanaman tembakau musim tanam 2011 seluas 22.333 hektar. Penurunan ploting areal tanaman tembakau itu, mengacu pada kebutuhan gudang dan pabrikan dalam pembelian tembakau tahun ini, karena pada tahun lalu, gudang dan pabrikan tembakau sudah banyak membeli tembakau petani. ”Pada musim tanam tembakau tahun 2011, pembelian tembakau yang dilakukan gudang dan pabrikan cukup tinggi. Akibat tingginya pembelian tembakau tahun lalu, tentu saja pada tahun ini gudang dan pabrikan mengurangi pembelian tembakau, sehingga luas tanaman tembakau dikurangi,”tegasnya Nasah Bandy menyatakan, akibat menurunnya ploting areal tanaman tembakau juga berdampak terhadap produksi tembakau, karena target produksi tembakau musim tanam 2012 sebanyak 12.215 ton, dan produksi tahun 2011 sebanyak 13.400 ton. Ploting areal tanaman tembakau seluas 20.358 hektar, dialokasikan untuk tanaman tembakau di 17 Kecamatan yang merupakan daerah potensial penghasil tembakau. ”Prioritas ploting areal tanaman tembakau musim tanam tahun ini, untuk daerah tegal dan gunung. Sedangkan daerah persawahan tidak menjadi prioritas penanaman tahun ini. Karena itu, kami harapkan masyarakat tidak menanam tembakau diluar lahan prioritas, supaya tidak terjadi over produksi,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )